Masih Malu-Malu

1071 Words

Sejak pagi hingga siang hari Nayla tidak berhenti tersenyum apalagi setelah semalam mereka sudah saling mengetahui isi hati masing-masing. "Nay, apa ciuman ini artinya kamu juga mencintaiku?" tanya Adnan setelah mereka melepaskan ciuman tersebut. "Apa hal itu masih harus kamu tanyakan lagi setelah semua yang terjadi?" tanya Nayla balik karena dirinya sudah setengah mati menahan malu atas apa yang dilakukannya tadi. "E–" "Aku juga mencintaimu, Adnan. Jadi please jangan tanyakan hal itu lagi karena aku sangatlah malu," potong Nayla sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Adnan tersenyum lalu memeluk tubuh Nayla. "Terima kasih ya karena kamu, sudah mengajarkan aku jatuh cinta serta dicintai, Nay." Suara pintu office berbunyi membuat Nayla kembali tersadar dari lamunannya. Nayla

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD