Dengan mengenakan gaun berwarna biru laut sepanjang lutut serta sedikit riasan yang masih memberikan kesan natural tersebut, Nayla berlari menuju pintu utama. Dengan jantung berdebar tak menentu yang membuatnya panas-dingin tentunya. Nayla sendiri sudah membayangkan ekspresi wajah Adnan yang akan terkejut ketika pertama kali melihatnya yang berdandan khusus untuk kejutan malam ini. “Selamat da—“ Nayla tampak terkejut melihat ibu Aisyah dan pak Ahmad yang ada di depan pintu rumahnya bukan Adnan. Wanita itu menelan salivanya secara perlahan lalu tersenyum kikuk. “Bapak pikir kamu tidak ada di rumah karena dilihat dari depan lampunya terlihat padam,” kata pak Ahmad yang tadi sempat mengamati sekitar rumah Nayla. “I— itu....” “Tunggu kenapa kamu berpakaian rapi? Apa kamu ingin pergi? Mem

