Bagian 2

1184 Words
Adryan pikir hari ini akan jadi hari bahagianya tetapi hari ini adalah menjadi hari terakhir nya bersama Nanda. Adryan mengusap kayu Nissan yang baru tertancap di balik kaca mata hitamnya Tak henti nya mata itu mengeluarkan air mata. Harus bagaimana dia sekarang? Mengikuti kemauan Nanda kah atau memilih untuk sendiri. " terima kasih sudah melepaskanku. Walaupun cara seperti ini yang kau pilih, aku akan mengikuti permintaan mu untuk menikah dengan adik mu. Urus mencintai atau dicintai biarlah waktu menjawabnya. Aku pamit pulang dulu, aku takut bila Disa sudah bangun ia akan histeriss dan menangis." Tak lama Andrian bangun iya berdiri dan pergi meninggalkan pemakaman yang baru saja dikubur. " bagaimana pak? Pernikahan anda hari ini? Harusnya bapak batalkan saja bukan menunda. Jika dibatalkan para tamu undangan tidak perlu menunggu namun bapak bilang pernikahan ditunda hingga pemakaman selesai. Lalu siapa Mempelai wanita nya pak?" Tanya pak Ruslan tangan kanan Adryan sekaligus asisten pribadinya. " bagaimana keadaan Disa? Apa dia baik- baik saja di rumah? Urusan pernikahan serahkan saja padaku. Pernikahan akan tetap berlanjut siapa mempelai wanitanya itu adalah adiknya Nanda yaitu Disa. Disa akan menggantikan posisi kakak nya untuk menikah karena itu adalah permintaan terakhir dari Nanda kepadaku." Jawab Adryan dengan penuh kesedihan. ??? Tempat apa ini kulitnya seperti tertusuk rasa dingin hidungnya pun merasa mencium aroma kamar maskulin. Dengan pelan bisa membuka matanya hal yang ia lihat adalah foto Adryan dan juga almarhum Nanda Yang terpampang jelas berwarna hitam putih di dinding. Disa langsung mengingat kakak nya ia langsung terbangun menyingkap selimut yang menutupi dirinya ia segera berlari keluar dan menghampiri tangga untuk turun. Saat ia melihat ke bawah tempat tidur itu sudah kosong di mana kakak nya? Apa sudah dimakamkan. Keluarga dari Adryan pun turut hadir pertama saudaranya dan kedua orang tuanya. Disa segera turun ke bawah setelah itu ia bertanya di mana kakak nya. " di mana kakak aku? Mengapa tidak dia membangunkan aku di saat beliau ingin dimakamkan? Tolong." Kata Disa sambil melihat ke orang-orang sekitar mencari mulut-mulut untuk menjawab pertanyaannya tetapi tidak ada yang mau menjawab hanya saja saling tatapan yang mereka Lemparkan. Ayah Adryan menghembuskan napasnya lalu menjawab dengan pelan. " Kakakmu sudah dimakamkan tepat satu jam yang lalu di saat kamu masih pingsan. Adryan menyuruh kami untuk tidak membangunkanmu agar proses pemakaman berjalan dengan sempurna. Maafin kami yang tidak membangunkanmu selaku keluarga satu-satunya dari Nanda." Ucap om Adnan. Disa nampak sedih ia melipat kedua kakinya dan menjambak rambutnya sendiri ibu Adryan menahan tangan Disa untuk tidak menyiksa dirinya sendiri, kasihan masih 19 tahun namun ia harus dihadapkan dengan kenyataan seperti ini hidup sendiri dan sebatangkara. Dalama Adryan datang ia melihat suasana di rumah sudah riuh dengan suara Tangisan Disa. Adryan memasang tampang wajah dingin dengan pelan ia mendekati Disa dan membantunya untuk berdiri. Adryan mengambil sapu tangan di Balik kantong celana nya lalu mengusap pipi desa dengan pelan. " apa yang kau tangisi sekarang? Kenapa dari tadi kau terus menangis, tangisanmu tidak akan mengembalikan apa yang sudah hilang. Sekarang jadilah wanita kuat dan jalani hidupmu yang baru bersamaku." Kata Adryan sambil melihat wajah Disa. Disa menyernyitkan alisnya, Bersama Adryan maksudnya? Jangan bilang kalau kakak nya itu memberitahu kepada lelaki ini untuk menikah dengan dirinya. Disa masih belum mau menikah terlebih umurnya masih 19 tahun, dan juga ia masih berkuliah. Disa menepis kan tangannya Adryan pandangan nya langsung menajam menusuk bola mata Adryan. " maksud kakak apa? Hidup bersamamu? Hidup sendiri pun aku masih sanggup." " aku yakin kalau kakak kamu sudah memberitahu mu kalau kita akan menikah. Dan sekarang waktu yang tepat untuk menjalankannya karena para tamu undangan sudah hadir dan juga tidak bisa dibatalkan. Mau tidak mau kamu harus menggantikan posisi kakakmu untuk menjadi mempelai istriku." Disa langsung memegang kepalanya sungguh kepalanya langsung sakit dan terasa pusing lagi. lagi-lagi pandangannya gelap dan tak lama dia langsung terjatuh ke Ubin yang dingin. ??? Apa kalian pernah membaca sebuah komik? Awal ceritanya sangat menyedihkan awal ceritanya tidak bahagia bahkan wanitanya ada yang mati terlebih dahulu lalu bangun dalam waktu lampau atau kejadian masa lalu. Disa berharap kisahnya seperti itu begitu bangun ia kembali ke masa lampau di mana kedua orang tuanya masih hidup dan juga kakak nya. Lagi lagi Disa membuka kedua matanya untuk kedua kalinya ia dibawa ke tempat ini yaitu kamar Adryan. Namun saat membuka matanya foto dulu yang Adryan dan kakaknya sudah tiada Dan berganti dengan lukisan buah. Apa ia kembali ke masa lalu? Disa mulai bangun ia mulai duduk sambil memegang kepalanya yang pusing. sejenak ia menengok ke samping tepatnya di samping kasur Ada sebuah meja kecil atau Bupet. Disa melihat Tanggalan rupanya tanggalnya masih sama seperti sekarang lalu ia mencari cari HP-nya tetapi HP-nya tidak ada. Clek... Disa tersikedap ia memundurkan badannya dan menaikan selimut hingga wajah. Tak lama Adryan keluar dari kamar mandi menggunakan kaos hitam dan celana putih di kepalanya pun tersampir handuk yang sedang mengeringkan rambutnya. Adryan dengan santai meletakkan handuk kecil itu kemudian mengambil handphone nya yang sedang dicharge di meja kerja. Tidak ada yang berubah tidak ada ekspresi sedih atau apapun, Disa menunggu reaksi Rian namun lelaki itu bersikap seolah-olah tidak terjadi apa apa padahal calon istrinya baru saja meninggal. " kamu sudah bangun? Kalo sudah sebaiknya kamu mandi menjernihkan kepalamu dengan air hangat atau air dingin di kamar mandi. Setelah itu kita akan berbicara." Adryan meletakkan HP-nya lagi lalu mendekati dan duduk di pinggir kasur di pinggir kasur menautkan kedua tangannya sembari memandangi Disa. Disa menurunkan selimutnya iya menjauhi Adryan. " kenapa aku bisa di sini? Ke mana foto kalian berdua? Aku ingin pulang ke rumahku. Aku ingin istirahat di sana." Meningkatkan selimutnya dan hendak bangun dari kasur namun lelaki itu memegang tangannya dan menahan dirinya di kasur itu. " rumah? Maksud mu sebuah kontrakan kumuh? Kontrakan itu sudah tidak ada. Kamu sudah pindah ke sini karena kamu sudah menjadi istriku." Mata Disa langsung terbuka lebar nafasnya langsung tercekat maksudnya istri apa? Kapan menikahnya sedangkan ia pingsan sebanyak dua kali. Apa pas dia pingsan lalu lelaki ini menikah? Apa bisa seperti itu? Sepertinya tidak bisa. " maksud mu apa? Menikah? Aku menikah denganmu, kapan? Jangan bermimpi. Aku tidak mungkin menikah dengan lelaki sepertimu, lagian aku belum siap untuk menikah." Dengan santai Adryan mengangkut ia melepas pegangan nya dan duduk santai di kasur untuk pertama kalinya Adryan tersenyum kali ini senyumannya seperti memenangkan sesuatu. " di saat kamu pingsan kita menikah dan Dan sekarang kamu sudah menjadi istriku. Menurut lah denganku dan hiduplah bersamaku maka kamu akan bahagia." Jawab Adryan. " Kakakku baru meninggal tidak mungkin aku langsung bahagia. Hanya orang gila yang bisa bahagia ketika ditinggalkan saudara satu-satunya. Aku tidak ingin tidur di kamar ini dan aku tidak ingin tinggal di rumah ini. Rumah ini banyak menyimpan kenangan dirimu dan kakakku. Aku tidak ingin menyakitinya. Raganya memang sudah tiada namun jiwanya pasti masih berada di sini, aku tidak ingin kakakku terlihat sedih di sana." " sedari tadi kau terus berbicara menjawab semua apa yang kukatakan. Bisa ke kamu menurut seperti kah kamu? Bisa kamu berubah seperti dirinya? Kamu pikir hanya dirimu saja yang sakit? Aku juga. Aku ditinggalkan oleh wanita yang kucintai dan digantikan oleh dirimu yang bengis."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD