Akhirnya, dengan pakaian kebesaran dan sandal ala apartemen, Disa berjalan pelan di depan Adrian. Lelaki itu melangkah santai dengan tangan dimasukkan ke saku celana santainya. Sesekali Disa menoleh ke belakang, memastikan Adrian tak menghilang begitu saja, membuat pria itu tertawa kecil dan segera meraih Disa lalu merangkul bahunya. “Kamu takut, kan?” godanya saat melewati lorong apartemen yang sunyi dan dingin. “Enggak,” sangkal Disa, meski nada suaranya terdengar ragu. “Cuma... ini apartemennya sepi banget.” “Iyalah. Yang tinggal di sini tuh kaum elite, kayak aku.” Adrian mengangkat dagu sedikit sok bangga. “Emang siapa sih yang punya apartemen ini?” tanya Disa santai. “Kalo aku punya suami CEO, enak kali ya, kayak di novel—punya segalanya, apartemen, mobil mewah, aset melimpah.” A

