11. Mengajari Embun

1615 Words

Tiga bulan berlalu, Arka masih belum juga dapat panggilan kerja. Hal yang semakin membuat Embun khawatir adalah karena Arka semakin sering keluar rumah. “Aku kalau di rumah terus malah makin stres, Ayang,” begitu kata Arka. Sore menjelang maghrib, Arka baru pulang. Pemuda itu melepas helm motornya, duduk di teras dengan wajah lesu. Embun ikut duduk di sebelah suaminya. “Tadi dari rumah Umik lagi ya, Mas?” tanya Embun. Dia lihat rantang makanan di sebelah suaminya. “Iya. Dibikinin Umi buat makan malam katanya,” jawab Arka. Pemuda itu sedih mengistirahatkan kepalanya di pundak Embun. Embun ambil tangan suaminya. Dia genggam. "Mas," panggil Embun hati-hati. “Iya, Sayang?” Arka menoleh. Dia kecup bibir istrinya. “Mas, kalau misal Mas berhenti datang ke rumah Umi dulu bagaimana?” “Mak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD