"Oh ya? Apa menurut kalian seperti itu?" Anita tau kalau teman temannya tidak mungkin menjudge dirinya hanya karena memiliki kekasih yang tidak satu keyakinan. Setidaknya meski mereka tidak membenarkan, namun mereka tidak begitu menyalahkan seperti orang tuanya. "Iya." Shivani menjawab cepat. "Tapi, itu tetap tidak di benarkan dalam keyakinan yang kita percaya. Terlebih, segala konsekuensi tetap kamu yang menanggung." Tambahnya kemudian. Shivani tidak meremehkan ataupun menakuti, tidak sama sekali. Dia hanya mengingatkan kalau hukum sebab akibat masih berlaku, apa lagi selalu ada konsekuensi atas segala tindakan yang di lakukan dan selalu ada konsekuensi untuk pilihan yang di ambil. Jadi, dia berharap semoga Anita tidak pernah menyesali keputusan ini. "Iya, aku tau." Anita paham betul k

