William menatap pantulan dirinya di cermin kamarnya dan menatap lekat obsidian sedingin malam itu. Seharusnya tadi ia bisa menahan diri untuk tidak menyulut emosi Jaehwa. Seharusnya ia bisa menahan diri untuk tetap berada dalam zona aman sampai waktunya tiba. Tapi ia tidak bisa menahan diri saat di benaknya penuh oleh bayangan bagaimana Alenia menatap Jaehwa dengan begitu lembut. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak membuat emosi Jaehwa semakin tersulut. Karena ia melihat ketakutan di mata Jaehwa dan William tau bahwa ia bisa menyaingi laki-laki itu. Ketakutan di mata Jaehwa memberinya harapan dan ia ingin memiliki harapan yang lebih besar. Selama ia memiliki harapan itu, tidak ada yang bisa menghalanginya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Inilah William Andromeda, bungsu kel

