Pov Reno
"Nanti kita omongin ini lagi. Mas mau mengantar Reta dulu." Ucapku seraya mencium kening istri pertamaku.
Aku memutuskan untuk mengantar Reta, tepatnya istri keduaku yang aku nikahi sirih 4 bulan lalu.
Aku yakin cepat atau lambat Luna pasti akan menerima Reta .
Sebelum memutuskan pulang kerumah istri mudaku, aku memutuskan untuk mengajaknya makan malam terlebih dahulu.
Aku menepikan mobil diparkiran Resto ambarawa.
"Kita makan dulu ya sayang, dari tadi sore kan kamu belum makan. Kasian anak kita pasti udah laper." Ucapku lalu menggelitiki perut Reta.
Ia pun tertawa kegeli-an . Lalu mengajakku buru-buru turun dari mobil.
Setelah memilih tempat duduk yang kosong kami pun memesan beberapa makanan.
Lama menunggu akhirnya makanan yang dipesan datang.
Akhirnya kami menyantap makanan yang kami pesan dan larut dalam pikiran masing-masing.
Setelah selesai aku memutuskan untuk mengajak Reta pulang. Karena jam sudah menunjukan pulul sebelas malam. Past Luna sudah menungguku dari tadi.
Aku pun mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, hanya butuh waktu 30 menit aku dan Reta sudah sampai dirumah yang kubelikan untuk Reta.
Saat hendak ijin pulang Reta malah menahanku dengan alasan tidak mau ditinggal sendirian.
"Mas, kamu tidur sini yah. Kehamilanku kan sudah semakin membesar, aku pengen ditemenin kamu terus." Ucapnya lalu bergelayut manja.
"Tapi, beberapa hari terakhir kan Mas sudah menemani kamu." Ucapku sambil mengelus pipi Reta. Ku akui kecantikan Reta tidak dapat menandingi Luna. Tapi karena sikap manjanya aku lebih menyukai Reta.
"Kamu harusnya menomor satukan aku dong mas! Aku kan sedang hamil anak kamu!."
Bingung, itu yang kurasakan saat ini. Disisi lain aku ingin pulang kerumah Luna, sudah seminggu aku tidur dirumah Reta.
Tapi, Reta pasti akan merajuk jika aku tidak menemaninya dirumah.
"Kamu kok diem aja sih mas!. Kamu udah gak sayang lagi sama aku?." Ucapnya dengan cemberut, membuat gemasku saja.
"Yasudah, Mas bakal temenin kamu. Yaudah ayok masuk." Ujarku seraya menggandeng tangan Reta.
Setelah selesai membersihkan diri. Aku memutuskan untuk tidur, tapi sebelum tertidur aku mendengar suara pintu terbuka. Sesaat aku kaget melihat siapa yang membuka pintu kamar.