"Kenapa aku selalu melihat mereka sih?" gerutu Ariel dalam hati. Hai, Sob!" sapa Biru pada Sean namun pria dingin itu tidak menyahut. "Hai, Biru," jawab Vania, "kalian sudah mau pulang?" "Iya, kami sudah makan tadi," jawab Biru. "Oh, ya," Biru memperlihatkan genggaman tangan ia dan Ariel, "kami sudah jadian, loh." "Bukannya kalian memang pacaran?" ujar Vania. "Iya, tapi ini resmi," kata Biru, "sebentar malam kita mau kencan di balai kota." "Balai kota?" akhirnya Sean bersuara. "Iya." "Bolehkah kami ikut?" Biru, Vania dan Ariel terhening serentak. "Oh, tentu saja, Sob!" balas Biru, "aku jemput Ariel sekitar jam 7 malam. Sean hanya menyunggingkan senyum dinginnya sementara Ariel yang melihat itu memicingkan matanya pada pria berwajah dingin itu. "Baiklah, kami duluan, ya

