Tidak menunggu lama Sean langsung menyergap Ariel bak hewan liar saat menangkap mangsanya. Tubuhnya mengungkung gadis itu dan bibirnya melumat bibir Ariel dengan penuh nafsu. Sementara Ariel merasa kaget karena sikap Sean yang tak sabaran, tubuh ringkihnya tak bisa bergerak banyak dalam kungkungan tubuh Sean.
"Tu-tunggu!" ujar Ariel langsung ketika Sean melepaskan ciumannya untuk menghirup pasokan udara.
"Kenapa? Apa kau berubah pikiran?" balas Sean, napasnya terdengar agak memburu karena ia mulai bernafsu dan tak sabaran.
"Bu-bukan itu!" sergah Ariel, "bisakah kita melakukannya dengan lembut?" pintanya, "ini pertama kalinya bagiku ...."
Sean diam sejenak. "Baiklah."
Sean lalu melonggarkan pelukannya, dan memajukan wajahnya ke wajah Ariel. Gadis itu memejamkan matanya saat bibir Sean menyentuh bibirnya yang seksi.
Bibir Sean mulai melumat dan menyesap bibir Ariel. Awalnya Ariel hanya diam namun akhirnya ia menyambutnya, bibirnya ikut melumat dan menyesap bibir Sean.
"Ugh ...." Ariel mulai melenguh nikmat saat ciuman Sean semakin turun di lehernya. Apalagi tangan Sean mulai bergerilya meraba dan meremas lembut bagian sensitif tubuh Ariel.
Sean melepas kancing-kancing kemeja milik Ariel, matanya mendelik terpukau saat melihat buah d**a gadis itu yang menyembul kencang dari balik bra renda berwarna hitam yang gadis itu kenakan.
Ariel melepas kemejanya dan melemparnya ke sembarang arah.
Kembali Sean mengajak Ariel berciuman mesra, saling menyesap dan bertukar liur, satu tangan pria itu bergerak meremas lembut buah d**a Ariel dari luar bra.
Sean menaruh kedua tangannya ke punggung Ariel dan melepaskan kaitan bra gadis itu. Sean begitu terpana saat melihat puncak buah d**a Ariel yang begitu ranum, membuatnya tak sabar untuk segera menikmatinya.
Sean melirik Ariel, rona wajah gadis itu tampak memerah karena Sean memandang tubuhnya yang tak pernah ia perlihatkan ke pria mana pun.
Pelan-pelan Sean memajukan wajahnya dan mengecup puncak d**a Ariel dan satu tangannya memainkan dan sesekali meremasnya.
"Ahh ...." Ariel mendesah nikmat merasakan lidah Sean bermain di puncak dadanya dan sesekali mengisapnya dengan lembut. Alisnya mengernyit berusaha menahan kenikmatan itu.
Ciuman Sean berpindah ke perut ramping Ariel, ia mengecup tiap senti kulit mulus gadis itu. Sementara satu tangan Sean mengelip masuk ke dalam rok gadis itu dan meraba s**********n Ariel dari luar dalaman yang menutupi pertahanan terakhir gadis itu.
"Ahh! Ugh ... ahh ...." Ariel mendesah nikmat saat Sean kembali mengisap puncak dadanya sambil memijat-mijat lembut s**********n Ariel.
Merasakan celana dalam Ariel mulai basah, Sean melepaskan celana dalam Ariel dan dengan cepat mengangkat kaki gadis itu hingga kaki Ariel mengangkang di depannya dan tampaklah milik gadis itu yang agak basah dan meradang.
"Ahh!" Ariel mendesah kencang saat lidah kasar Sean menyapu miliknya. "Nghh ...." Ariel menggigit bibirnya menahan kenikmatan lidah Sean yang meliuk-liuk di miliknya.
Ariel menengadahkan wajahnya, ia terus mendesah nikmat tiap Sean mengisap miliknya dan memainkan lidahnya.
Tiba-tiba Ariel merasakan sesuatu akan meledak dalam dirinya, ia bergerak gelisah dan napasnya semakin tertatih sementara permainan lidah Sean semakin liar di bawah sana.
"Sean ... aku ... nggh ... ahh!" Tiba-tiba tubuh Ariel mengejang, kakinya bergetar dan punggungnya melengkung ke depan.
"Hah ... hah ... hah ...." Napas Ariel tersengal-sengal. Ia tampak bingung dengan apa yang ia alami barusan, begitu nikmat gejolak yang ia rasakan.
Sean lalu mengangkat tubuh Ariel dan membaringkannya ke ranjang. Ia juga melepaskan kancing rok gadis itu dan menariknya hingga terlepas dari tubuh gadis itu.
Dengan terburu-buru Sean melepaskan kemejanya. Ia juga melepaskan ikat pinggang dan kancing celananya kemudian ia memelorotkan celananya.
Ariel menelan liurnya saat melihat milik Sean yang begitu besar, panjang dan berurat. Ia agak takut membayangkan jika milik Sean memasukinya.
Sean kemudian menindih tubuh Ariel, ia memeluk gadis itu, mengajaknya berciuman mesra sambil menggesekkan miliknya ke milik Ariel.
"Kau yakin ingin kumasukkan milikku? Atau hanya sekedar menggeseknya saja?" Sean kembali memberi pilihan ke Ariel.
Gadis itu sudah dikuasai oleh gairah dan nafsu. "Aku ingin merasakan milikmu di dalam," ucap Ariel dengan napas memburu, "kumohon masukkan!"
Sean mengecup bibir Ariel lalu ia bangun dan membuka paha Ariel. Ia menggesek-gesekkan miliknya ke milik Ariel yang amat basah lalu dengan perlahan ia mulai memasukkan miliknya.
"Ah ... sakit!" jerit Ariel kesakitan saat bagian kepala milik Sean mulai memasuki lubang kenikmatan milik Ariel.
"Tahan sebentar!" ucap Sean, "sebentar juga kau akan merasa nikmat."
Ariel mencengkram bantal sambil meringis kesakitan, air matanya menetes karena merasakan sakit yang amat perih.
"Sean ... pelan-pelan!" jerit Ariel.
Setengah milik Sean sudah masuk ke l**************n Ariel, Ariel tampak tak tahan dengan rasa sakitnya, ia benar-benar tak menyangka betapa sakitnya hubungan intim ini.
Sean memeluk tubuh Ariel, berusaha menenangkan Ariel dengan memberinya ciuman-ciuman mesra sambil terus mendorong miliknya di bawah sana.
"Ahh!" Ariel menjerit keras saat seluruh milik Sean telah masuk ke dalam liangnya. Ia bisa merasakan milik Sean memenuhi liangnya.
Sean menggeram, merasakan betapa sempitnya dinding di l**************n milik Ariel mencengkram miliknya.
Sean melumat bibir Ariel dan menyesapnya, satu tangannya meremas lembut buah d**a gadis itu. Ia mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan.
Ariel merasakan sakit saat milik Sean menggesek dinding miliknya di dalam namun secara perlahan ia mulai merasakan nikmat.
"Ah ... ah ... ah ...." Mereka saling bersahut desahan, ranjang di kamar itu mulai bergetar seakan terjadi gempa.
Gerakan pinggul Sean semakin liar, tubuh Ariel terguncang-guncang dan lagi-lagi ia merasakan ada gejolak dari dalam dirinya yang akan meledak.
"Sean ...."
"Tahan sebentar!" ujar Sean, "aku juga sudah mau sampai."
Ariel menggeleng tak karuan, tubuhnya gelisah dan napasnya semakin memburu.
"Sean ... aku ... tidak ta ... ahh!" Tiba-tiba tubuh Ariel bergetar hebat, punggungnya melengkung ke atas, tanda ia mengalami orgasmenya lagi.
Sean yang bisa merasakan dinding milik Ariel berdenyut hebat juga tak bisa menahan klimaksnya. Sean lalu memeluk erat tubuh Ariel, ia pun mengeluarkan cairan cintanya di dalam rongga milik Ariel.
"Hah ... hah ... hah ...."
Mereka saling berpandangan lalu Sean mengecup mesra bibir Ariel lalu kembali memeluk tubuh gadis yang kini telah menjadi wanita.
.
Sean langsung mengernyit ketika sinar matahari pagi yang hangat menyorot kelopak matanya yang masih tertutup. Tubuh polosnya yang sebagian tertutupi selimut tampak tengkurap di atas ranjang.
Ia lantas membalikkan wajahnya ke arah lain, tangannya bergerak meraba-raba di sampingnya namun ia hanya menemukan bantal di sana.
Sean langsung membuka matanya dan mengangkat sedikit wajahnya. Gadis yang bercinta dengannya tak ada di sana namun ia menemukan secarik kertas terlipat yang tergeletak di atas meja nakas.
Sean duduk di ranjang dan meraih kertas tersebut. Ia membuka lipatan kertas itu dan membaca isinya.
'Terima kasih untuk semalam, kuharap kita tak pernah bertemu lagi dan tolong jangan cari aku ....'
"Ck!" Sean mendecak, ia hampir lupa tentang kesepakatan mereka bahwa mereka tak akan lagi bertemu. Namun, entah mengapa Sean menginginkan gadis bernama Ariel itu padahal ia telah bercinta dengan beberapa wanita lain sebelumnya tapi baru kali ini ia terbawa oleh perasaannya.
.
TBC