Kegalauan Arion

1103 Words
POV AUTHOR “Lo kenapa Ar.. kusut amat?” Sapa Dino sambil menepuk punggung Arion yang membuat dia mendongakkan kepalanya. Darren dan Dino menghampiri Arion yang sedang melamun, duduk sendiri di taman kampus. Sudah sebulan ini sahabatnya sering kali diam menyendiri.. mereka penasaran apa yang membuat pikiran sahabatnya itu kacau. Ya.. Sebulan sudah berlalu sejak kejadian di rumah Arion, pikirannya begitu kacau karena terus memikirkan gadis pujaan hatinya 'AILEEN'. Sudah sebulan dia seperti menghilang bahkan dia memblokir nomornya Arion. Arion tak pernah lelah berusaha menemuinya tapi apartemen perempuan itu selalu kosong waktu dia mendatanginya, bahkan adiknya Aura bilang dia pergi keluar kota urusan pekerjaan. “Kenapa? Cerita gak lo?” Tanya Darren karena tak tahan dengan diamnya sahabatnya. “Gue bingung.. kemana lagi gue harus mencarinya..” Akhirnya setelah sekian lamanya diam. “Rasanya di sini.. kosong” Lanjutnya sambil menepuk dadanya. “Gue merindukannya.. sangat sakit ketika dia pergi.. gue enggak tau rasa apa ini, yang membuat gue tampak seperti orang bodoh” Imbuhnya berusaha menumpahkan segala uneg-unegnya dengan pandangan kosong. “Emang apa yang lo lakukan sampai dia pergi?” Tanya Darren dengan pelan. “Kebodohan gue..” Jawabnya sambil terkekeh pelan. “Kebiasaan b******k gue sekarang Jadi boomerang untuk diri gue sendiri..” Lanjutnya. “Seperti bukan diri lo Ar.. bukannya sudah biasa ya.. terus kenapa sekarang buat lo kacau?” Komentar Dino yang lebih mirip tanda tanya besar. “Sejak dia datang.. gue udah gak pernah liat lainnya, mata dan pikiran gue selalu melihatnya seolah dia poros hidup gue. Dunia gue..” Ucapnya. “Akhirnya si playboy kampus jatuh cinta juga..” Celetuk Dino lucu. “Dia cewek yang pernah lo ceritain waktu di kantin?” Tanya Darren. “Hemm.. “ Sahutnya sambil menganggukkan kepalanya. “Gue jadi penasaran kayak apa cewek yang bisa bikin si ARION jatuh cinta..” Kata Dino sambil menatap ke arah langit. “Dan semoga saja dia cewek yang tepat buat lo..” Harap Darren menatap Arion. “Sayangnya dia udah gak mau ketemu lagi sama gue.. dia memergoki gue hampir make out sama si Gladis” Sahutnya sambil menghela nafas pelan. “Alhamdulillah ya Allah..” Celetuk aneh Dino dengan menengadahkan kedua tangannya lalu mengusapkan ke mukanya. “Benar-benar sahabat laknat lo.. sahabat lagi kena musibah juga malah di syukurin, waras lo!” Ketus Arion sambil menoyor kepala Dino, sedang sang empunya malah tertawa. “Jiahh.. Baper..” Ledek Dino terkekeh. “Gue bersyukur karena lo da tobat bestie..” Lanjutnya. “Kalo lo suka kenapa gak lo kejar kampret.. kalo lo benar-benar yakin dia cewek yang bisa bikin hati lo nyaman kejar sampe dapat. Mana Arion yang selalu percaya diri, yang bisa menaklukkan cewek-cewek.. yang katanya gantengnya gak ketulungan. Baru sekali di tolak masak langsung nyerah..” Sela Darren menyemangati sambil meledeknya. “Benar juga yak.. ternyata berguna juga lo jadi sahabat gue..” Kata Arion yang mendapat toyoran dari Darren. “Lupa dia ren.. padahal barusan galaunya pake banget..” Ledek Dino membuat ketiganya tertawa. *** POV ARION “Tumben ngajakin nongkrong di sini?” Tanyaku pada Dino yang sekarang ngajak nongkrong di cafe. “Gue tau sahabat kampret gue ini lagi galau gundah gulana.. makanya gue ngajakin lo ke sini, biar pikiran lo jadi fresh lagi. Sambil tuh cuci mata lo liat yang seger-seger, baik kan gue..” Celetuknya yang buatku mendengus. “Tumben.. biasanya jadi babysitter tuyul-tuyul lo..” Ledekku. “Gak usa buka kartu AS juga kali..” Dengusnya sebal, Di usianya yang 19 tahun dia mempunyai adik kembar berusia 7 tahun. “Darren kemana?” Tanyaku. “Kagak tau gue.. di telfonin dari tadi gak di angkat..” Drrrtttt.. Drrrtttt.. Hp gue tiba-tiba berdering dan ternyata Darren yang menelpon. Padahal gue berharap dia yang menghubungi.. tapi setelah gue angkat ternyata seorang pria yang mengabarkan kalo Darren sedang mabuk berat di sebuah Club malam, dan tentu saja kami lantas bergegas pergi ke sana. Sesampainya di Club kami melihat Darren yang sudah mabuk berat di meja bartender sambil meracau tak jelas. “Tumbenan banget sih sampe teller gini..” komentar dino. “Mungkin masalah bundanya lagi din..” Dino menghela nafas pelan. Tepat ketika kami memapah Darren, langkah gue terhenti karena percakapan seseorang menyebut nama Aileen.. perempuan yang sangat gue rindukan. “Lo lihat baik-baik.. tuh cewek yang memakai dress hitam duduk paling ujung, namanya Aileen” Kata wanita itu sambil menunjuk ke arah pojok, yang membuat gue mengarahkan tatapanku mengikuti arah tunjuk wanita itu dan membelalakkan mata ketika melihat dia ternyata benar Aileen-ku. “Gue sudah masukin obat perangsang ke dalam minumannya, sisanya gue serahin sama lo. Gue sudah transfer ke rekening lo jadi jangan lupa fotonya kirim ke gue..” Perintah wanita itu pada seorang pria. “Cantik..” Sahut pria itu. “Kalau ceweknya kayak gitu tanpa lo bayar gue juga mau baby.. dengan senang hati” Lanjutnya. “Tapi tentu saja dia tidak akan pernah menyaingi gue di ranjang beb.. karena dia belum pengalaman sama sekali, masih perawan” Sahutnya dengan nada sensual sedikit menyondongkan wajahnya di telinga pria itu. “Woww.. malam ini pasti akan jadi malam yang luar biasa, tapi kenapa lo mau jebak dia bukannya lo bilang dia teman lo?” Tanyanya. “Hanya kamuflase.. sejak kedatangannya di kantor, mampu menarik semua pria-pria yang ada di sana termasuk pria yang gue suka. Jadi gue hanya mau sedikit memberi pelajaran padanya.. agar dia tidak sok kecantikan” Alasannya. Perbincangan mereka membuat darah gue mendidih sampai ubun-ubun dan mengepalkan tangan gue erat, berani-beraninya wanita itu merencanakan hal buruk pada perempuan yang gue sayangi. Ya.. semenjak dia pergi, gue menyadari satu hal. Entah sejak kapan.. hati ini sudah terukir namanya, otak ini hanya di penuhi oleh dia seorang dan jantung ini hanya akan berdetak kencang untuk dia. Aku sudah jatuh cinta padanya.. “Ada apaan Ar?” Tanya Dino heran. “Ayo..” Sahut gue dan cepat-cepat memapah Darren ke dalam mobil. “Lo balik duluan sama Darren.. gue masih ada urusan, kalo nyokap telpon lo bilang aja gue nginep tempat lo din. Bawa aja mobil gue dulu..” Pesanku pada Dino. Kulangkahkan kaki masuk ke dalam lagi mencari Aileen, tepat setelah masuk ternyata gue berpapasan dengan pria itu yang sedang memapah Aileen yang sudah terlihat lemah. Sontak saja emosi gue langsung memuncak, enak saja pegang-pegang pinggangnya.. untung saja gue datang di waktu yang tepat. “Lepasin cewek gue!!?” Bentakku pada pria itu. “Hai bung.. gak usa ngaku-ngaku, she is mine..” Pria itu tersenyum sinis. “Brengsekkk..” Umpatku yang langsung memukul pria itu dan langsung mendekap Aileen dalam pelukanku. “Arion..” Gumam Aileen pelan dengan mata sayu. Pov. End
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD