POV AUTHOR
‘Uhuk..uhukkk...’
Kenzo tersedak ketika minum, waktu mendengar siapa nama cewek cantik itu.
“Pelan-pelan dong beb minumnya..” Sahut Carla sambil menepuk punggung pacarnya.
“Sorry.. Lo.. Aileen Ra-iny Qu-enby?” Tanya kenzo terbata, sambil menatap intens wajah Aileen dengan sorot mata penuh kerinduan dan Aileen lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya.
“Wah.. sampe hafal nama lengkap PACAR gue” Sindir Arion, yang menekankan kata PACAR agar dia berhenti menatap Aileen.
Dia tidak bodoh untuk menilai apa arti sorot matanya kenzo untuk Aileen. Dan juga melihat gelagat Aileen yang gelisah dari tadi, dia tahu pasti.. ada hubungan di antara mereka di masa lalu. Dia merasa tidak suka laki-laki lain melihat Aileen seperti itu.
“Sayang.. cepetan makanannya di habisin, capek pengen cepet pulang..” Kata Aileen.
Aileen bisa melihat wajah Arion yang berubah dingin, entahlah.. ekspresinya saat ini membuat Aileen sedikit takut. Hingga dia mencoba mengalihkan perhatiannya.
Dan sukses membuat Arion langsung menolehkan kepalanya karena mendengar Aileen memanggil dia dengan sebutan 'sayang'.. membuat dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
“Emm.. sayang aku ke toilet bentar ya..” Lanjut Aileen karena tidak merasa nyaman dengan situasi sekarang.
Setelah keluar dari toilet Aileen di kejutkan dengan adanya Kenzo yang menunggunya di depan toilet.
“Aileen.. bisa kita bicara sebentar..” Kata Kenzo sambil memegang tangan Aileen.
“Kurasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan lagi kenz.. semua sudah selesai lima tahun yang lalu” Sarkas Aileen sambil menyentak tangan Kenzo yang menggenggamnya.
“Please.. selama ini aku mencari kamu leen, aku menyesal ingin minta maaf..” Kenzo masih membujuk Aileen yang kembali meraih tangan Aileen.
Di tempat lain, Arion yang khawatir karena sudah dua kali melihat Aileen ke toilet.. pergi menyusulnya ke sana.
Dan ketika sampai di depan toilet, betapa kagetnya dia.. melihat dua orang yang berbeda jenis kelamin berbicara. Dengan tangan si cowok memegang tangan si cewek.. yang tak lain adalah Aileen dan Kenzo. Seketika darahnya mendidih melihat mereka berpegangan tangan, membuat dia marah.
“Ay..” Suara Arion menggema dengan keras. Sontak saja membuat Aileen menolehkan suaranya ke arah sumber suara yang sangat di kenalinya itu.
Aileen langsung menyentak tangan Kenzo lagi dan berjalan menuju Arion. Tanpa di duga ketika sampai di depan Arion, dia langsung berjinjit dan mencium Arion tepat di bibir sambil mengalungkan tangannya pada lehernya.
Hal itu sontak saja membuat Arion diam mematung.. karena kaget, melihat Aileen yang tiba-tiba saja menciumnya.
Karena merasakan lumatan kaku bibir Aileen pada bibirnya, membuat Arion sadar itu mungkin adalah Ciuman pertama gadis itu.
Dia mulai membalas ciumannya dengan memperdalam lumatannya, bahkan tangannya langsung mendekap pinggangnya dengan erat dan satunya lagi meraih tengkuknya. Rasa bibir Aileen yang manis membuat dia tidak ingin berhenti, dia terus melumat dan menyesap bibir lembut Aileen.. membuat dia ketagihan. Bahkan ketika dia berciuman dengan perempuan lain, dia tidak pernah merasakan segila ini rasanya.
Di sudut lain, Kenzo hanya diam mematung. Melihat orang yang selama ini di rindukannya berciuman dengan pria lain, hatinya bagai tersayat perih melihat pemandangan itu.
Akhirnya dia memutuskan pergi.. melangkahkan kakinya melewati dua insan yang berbeda jenis kelamin yang masih berpagutan mesra.
Setelah di rasa pasokan udara mulai habis, Arion melepaskan bibir Aileen dengan tidak rela. Kemudian saling menempelkan dahi mereka untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya dengan nafas yang memburu.
“Manis..” Gumam Arion lirih, yang masih bisa di dengar oleh Aileen sehingga membuat semburat merah merona di pipinya Aileen.
“Ayo.. kita balik, kalo lama-lama gak enak sama mereka.. dikira ena-ena lagi di toilet” Celetuknya gesrek, sambil mengecup sebentar bibir Aileen lagi.
“Argghhh.. ion m***m lo..” Teriak Aileen membuat Arion tertawa.
***
“Lo gak mau jelasin sesuatu Ay?” Tanya Arion kepada Aileen dengan tatapan menyelidik ketika dia di Apartemen Aileen.
Setelah dari cafe Aileen menyuruh Arion mengantarkan ke Apartemennya, yang dia beli setahun lalu hasil kerja kerasnya selama kerja part time di sela-sela kuliahnya di Amrik. Karena jaraknya yang dekat dengan perusahaan papa tirinya jadi dia memutuskan untuk pindah ke Apartemen atas persetujuan papa tirinya.
“Gak usah sandiwara lagi.. sekarang kita cuma berdua aja” Sahut Aileen.
“Maksudnya Ay?” Tanyanya sambil mengernyitkan dahinya heran.
“Tuh panggil gue Ay..” Ketus Aileen.
“Nama lo kan memang Aileen.. jadi gue panggil nama depan lo Ay..” Sahut Arion santai.
“Kan lo bisa panggil gue leen atau ileen seperti yang lainnya.. kalo panggil depannya kayak kesannya seperti sepasang kekasih panggil Ay- Ayang gitu” Gerutu Aileen dengan panjang lebar.
“Ribet Ay.. kalo Ay kan lebih singkat, jelas dan padat.. titik no debat” Arion yang juga tak mau kalah.
“Terserah lo deh..” Pasrah Aileen karena malas berdebat.
“Lo gak pulang ion.. nanti bunda nyariin, udah malem ini..” Lanjut Aileen.
“Astaga Ay.. lo ngusir..” Seru Arion.
“Tunggu.. Tunggu.. pinter banget ya kalau mengalihkan pembicaraan.. lo tadi belum jawab pertanyaan gue Ay. Kenzo tadi emang siapa lo..” Arion kembali bertanya.
“Lain kali aja ceritanya.. gue capek ion.. intinya dia mantan pacar gue.. itu aja..” Sahutnya malas.
“Ok.. gue tunggu” Kata Arion sembari mengusap pucuk kepala Aileen.
“Ya udah habis ini langsung mandi terus bobok.. jangan tidur malem-malem, besok pagi kan kerja..” Titah Arion lalu berdiri dari duduknya.
“iyee.. sayang aku..” Ledek Aileen malas, yang malah membuat Arion tertawa.
“Apa lo!!” Ketus Aileen.
“Jiahh.. baper..” Goda Arion.
“Dihh.. ngapain baper sama buaya darat kayak lo.. kurang kerjaan banget..” Sewot Aileen.
“Jangan kangen ya Ay kalo gue pulang..” Kata Arion sambil mengacak-acak rambut Aileen.
“Ihhh.. ion resek.. nyebelin..” Teriak Aileen sambil mendorong-dorong Arion yang belum beranjak pergi.
Karena hilang keseimbangan dan kakinya tersandung kaki meja membuat Arion jatuh menimpa tubuh Aileen disofa.
Mereka diam saling menatap satu sama lain yang masih dalam posisi yang sama, Arion yang melihat bibir pink Aileen yang mulai menjadi candunya membuat dia tidak bisa menahan diri lagi.
Dia mulai menempelkan dan melumat pelan bibir Aileen. Melihat tidak ada reaksi penolakan dari Aileen.. Arion memperdalam ciumannya hingga tanpa sadar, kapan kedua kaki dua insan yang sedang di selimuti gairah itu berpindah di atas sofa. Sehingga posisi mereka menjadi sangat intim bahkan bibir Arion sudah berpindah ke leher putih Aileen mencium dan menyesapnya membuat Aileen mendesah.
Mendengar desahan Aileen yang memanggil namanya, membuat Arion tersadar kalo dia harus menghentikan kegiatannya sebelum kebablasan.
Mereka saling menatap dengan tatapan sayu karena keduanya sudah di selimuti gairah. Lalu Arion mencium kening Aileen dengan penuh perasaan.
“Maaf Ay.. dekat kamu, aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri. Bibirmu seperti candu untukku, ingin terus dan terus merasakannya lagi dan itu membuatku gila Ay..” Gumam Arion dengan pelan sambil memeluk Aileen.
“Aku pulang dulu.. berduaan sama kamu nanti bisa khilaf Ay, bisa kebablasan..” Kata Arion terkekeh, sambil membantu Aileen duduk.
Dia merapikan rambut Aileen yang berantakan dengan rasa sayang, kemudian mencium pelipis Aileen.