Arion melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, pikirannya benar-benar kacau. Hancur.. Dunianya hancur berkeping-keping karena Aileen. Bahkan ketika dia sampai di rumah, dia tak memerdulikan Bundanya yang memanggilnya untuk makan. Hal ingin dia lakukan hanya ingin meluapkan amarahnya, emosinya, rasa sakitnya dan rasa kecewanya.. Di sudut lain, Bunda Rena merasa sangat khawatir karena melihat anaknya yang tiba-tiba datang dalam keadaan menangis bahkan tak menggubris panggilannya sama sekali. Dia sangat cemas karena dia tidak pernah sekalipun melihat anak bungsunya itu menangis dalam keadaan apapun, dia akan lebih banyak mengomel untuk meluapkan segala kekesalannya. Tapi sekarang apa yang terjadi sampai anaknya menjadi seperti itu, lalu dia bergegas melihat Arion ke kamarnya. Tapi sebelu

