Mata tajam itu tentu menatap bengis kearah sepasang pria dan wanita yang tengah berbincang di dekat tempat minuman, jarak mereka 20 meter sepertinya, tapi ia tetap bisa melihat, menyaksikan, perhatikan semuanya dengan begitu jelas. Semakin detik berlalu, kemarahannya kian bertambah. Tampak jelas dari matanya yang mulai memerah dan tangannya yang tengah mengepal kuat. The innocent angel just turns to be the sadistic devil. Kenapa si b******k itu susah sekali mendengarkan perkataanku? Dia tak henti mengutuk, mencerca, memaki-maki dalam hati untuk sebuah nama yang sama. Pikirannya penuh dengan kekejian-kekejian yang ingin ia lakukan pada Clara atas perbuatan begitu menjijikan dimatanya yang dilakukan oleh gadis itu. Apakah dia selalu menggoda seluruh lelaki? Kai tentu tidak lupa bahwa d

