“Ini siapa namanya?” Mulya menyentuhkan tangannya di d**a Rayu. “Yayu.” Mulya menggeleng tegas. “Bukan, yang kemarin Papi bilang apa?” Rayu terbengong menatap Mulya, barangkali tidak mengerti jawaban apa yang diinginkan sang Papi sedangkan selama ini bocah itu terbiasa memanggil dan dipanggil dengan nama Rayu. Sementara itu, Yuri yang sedang rebahan di sofa belakang mereka hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya yang sejak kemarin keranjingan mendoktrin sesuatu pada Rayu. “Udah lah, Mas Mul, Rayu mana ngerti. Nanti kalau dibiasakan tiap hari juga ngerti,” ujar Yuri menengahi. Namun, Mulya sama sekali tidak menghiraukan Yuri. Ia masih menahan Rayu di pangkuannya dan mencoba menjelaskan pelan-pelan. “Ini Mami,” Mulya menunjuk Yuri, lalu menunjuk ke dirinya sendiri. “Ini
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


