Mulya melepaskan ciumannya, memberi kesempatan bagi masing-masing untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. “Sebaiknya kamu benar-benar yakin karena aku nggak yakin bisa berhenti setelah ini.” Sembari mengatur napas, Yuri menunggu rasa takut itu datang, tapi sejauh ini ia lebih ingin Mulya melanjutkan cumbuannya lagi dan lebih. Maka Yuri berjinjit merengkuh kedua sisi wajah Mulya dan memulai lagi ciuman mereka sebagai penegasan bahwa Yuri yakin dan Yuri tidak ingin berhenti. Sejauh ini. “Sial, Yuri, kamu bikin aku gila,” geram Mulya menurunkan ciumannya ke garis leher Yuri, membuat Yuri menengadahkan kepalanya, memberi Mulya akses leluasa untuk menjamahnya. Mulya hanya butuh satu gerakan untuk meloloskan selembar pakaian yang dikenakan Yuri, lalu mendorong Yuri dengan ciumannya hingga

