65 | Secarik Ungkapan Hati Mulyawan

2207 Words

Hingga sore hari hujan masih awet mengguyur, Rayu tertidur meringkuk nyaman di pangkuan Yuri. Semestinya mereka sudah berada di perjalanan pulang sekarang agar tiba di rumah tidak kemalaman. Rendra menelepon Yuri lagi karena khawatir dengan perjalanan mereka pulang, katanya. "Mungkin maleman, Re. Lo nanti ke rumah gue sekitar jam tujuh aja. Iya, ini udah mau jalan pulang kok, nunggu papinya Rayu ke toilet dulu. Haha, iya, tunggu ya." Yuri tidak sadar, Mulya sudah kembali dari toilet dan sengaja berdiri di belakang kursinya. Tidak sengaja ingin menguping sebenarnya, tapi kakinya sendiri yang memaksa berhenti, entah mengapa. Itukah alasan mengapa Yuri ingin buru-buru pulang meskipun keadaan masih hujan? Karena di rumah, sudah ada Rendra yang menunggunya. Yuri sedang bermain ponsel, k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD