Yuri sengaja berlama-lama di kamar walaupun Rayu sudah lelap dari tadi. Biar saja Mulya kedinginan di teras sembari Yuri berpikir apa nanti yang perlu dan tidak perlu dia katakan, tadi dia hanya menggunakan celana panjang bermotif sama dengan dasternya serta kaos tipis berlogo desa wisata ini. Merasa sudah cukup, Yuri akhirnya beranjak dari sisi Rayu. Ia menyampirkan handuk di d**a, saat Yuri hendak mematikan televisi, dia melihat dompet Mulya tergeletak. Yuri mengenali sekali dompet itu, dompet sama yang dipakai Mulya tiga tahun lalu. Jika dilihat dari warnanya yang tidak lagi mengkilat, sepertinya Mulya belum pernah berganti dompet sejak saat itu. Yuri ingat sekali, dulu dompet ini kosong. Isinya hanya kartu-kartu dan uang pecahan kecil beberapa lembar, tidak ada struk-struk pembel

