Yuri sangat marah. Ia benci segala sesuatu yang dipaksakan, termasuk pura-pura kuat padahal jelas-jelas sedang tidak sehat. Setelah membuat Yuri panic setengah mati dan teriak-teriak minta staff restoran memanggil ambulance, dengan sok kuat Mulya tersenyum dan melirih baik-baik saja. Bagaimana Yuri tidak panik? Saat Yuri menyentuhnya, kulit Mulya sedingin es, keringat bercucuran di pelipis yang menandakan dia sedang berjuang menahan sakit hingga tangannya gemetaran seperti orang menggigil. Sambil mengernyit menahan sakit, Mulya bersikeras menolak dibawa ke rumah sakit. Dia minta tolong Yuri mengantarnya pulang ke apartemen dan selagi Yuri menyetir, Mulya menelepon seseorang menyuruhnya datang ke tempatnya. Yuri hanya diam-diam mendengarkan, berlagak tak peduli jika toh Mulya sendiri me

