Epilog | Tragedi Nikah-nikahan

1098 Words

ps. dibaca tidak dibaca, tidak berpengaruh ke jalan cerita "Teng teng teneng ... Teng teng teneng ...." "Ck, bisa diam, nggak, sih?" "Iya ..., masa sama istrinya galak begitu," Mama terkikik geli atas ucapannya sendiri, ditambah dengusan jutek Mulya, dan wajah berseri-seri Yuri. "Coba deketan lagi sini, Mama fotoin. Yul, kamu yang manis, dong, senyumnya. Masa pengantin giginya ompong." Yuri menyengir lebar, memamerkan makin jelas giginya yang ompong. Bocah itu lalu mekin merapatkan tubuhnya di sebelah Mulya dan mengapit lengannya sekuat mungkin agar Mulya tidak lari meninggalkannya di hari pernikahan mereka. Pernikahan bohong-bohongan, lebih tepatnya. Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-6, Yuri merajuk minta dibuatkan pesta seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun bedanya, kali ini Yu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD