Sebuah dress hitam jatuh menggantung cantik sebatas bawah lutut Yuri. Entah ada apa dengan Mulya dan fine dinning-nya. Ketika Yuri datang, restoran sedang tidak ada orang. Tidak ada yang mengejutkan di sana. Semuanya diatur persis seperti sebelumnya. Diantara meja-meja bulat kosong, ada satu yang diterangi lilin. Ada sebotol wine, dan satu buket bunga besar warna ungu. Bahkan iringan musiknya pun sama. Namun bedanya, kali ini Yuri langsung melihat Mulya ada di sana. Menunggu dengan senyum gugup di wajahnya. Semakin Yuri berjalan mendekat, semakin jelas terlihat raut lega di wajah Mulya. Pun dengan Yuri yang mulai kesulitan menahan luapan emosinya. Ini bukan saatnya untuk menangis, sekalipun itu tangisa haru. Mulya menjemput Yuri dengan rangkulannya, tubuh Yuri seketika menghangat di

