88 | Kamu Tahu Harus Kemana

1364 Words

Ada sejumput rasa bersalah di hati Yuri saat mendapati trauma itu ternyata belum sepenuhnya hilang. Ia mungkin sudah bisa memaafkan Mulya, tetapi tubuhnya masih belum lupa. Di momen Mulya mendesahkan namanya, Yuri merasa seperti de javu. Dirinya seolah ditarik kembali ke kejadian menyakitkan itu. Yuri membasuh wajahnya beberapa kali dengan air dingin, berharap pikirannya kembali segar dan bisa membedakan di masa mana ia sekarang. Berulang-ulang Yuri menyugesti diri bahwa yang di desahkan Mulya tadi adalah namanya, bukan nama perempuan lain. Namun tidak semudah itu, Yuri tidak tahu harus bagaimana. Suara ketukan pintu dari arah luar kamar mandi menyentak Yuri, suara ketukan itu lalu disusul oleh suara Mulnya. “Yul, kamu nggak apa-apa?” “Sebentar lagi aku keluar—“ Sialan, Yuri tidak bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD