Bebedapa bulan kemudian Yuri hanya bisa tersenyum melihat satu per satu temannya memposting foto mereka memakai jubah dan topi toga serta menerima banyak buket bunga. Di kolom komentar, mereka sibuk membalas ucapan selamat telah menyelesaikan pendidikan strata satu. Yuri mengelus perutnya yang buncit dan semakin hari rasanya semakin ketat dan begah. Tidak banyak yang tahu bahwa Yuri seharusnya ada di aula utama kampus untuk diwisuda juga, tapi ia memilih tidak menghadirinya. Tiba-tiba momen yang ia tunggu-tunggu itu berubah tidak lebih dari sekadar ceremony semata. Penyebabnya apa lagi jika bukan kehamilan ini. Yuri menyukai satu per satu foto teman-temannya, begitulah caranya turut merayakan hari wisuda. Pintu kamarnya diketuk dari luar, kemudian Ayah masuk dengan bungkusan kotak pers

