"Kamu serius Be?" Amanda membulatkan matanya, terkejut dengan apa yang barusan Bella ceritakan. Bella mengangguk, pandangan mata nya kosong, sembari memainkan cincin yang berada di jari manis tangan kirinya, Amanda memperhatikan kegiatan yang sudah dilakukan sahabatnya itu sejak setengah jam yang lalu mereka bertemu. Amanda menyadari, walau Bella sedikit terpesona dengan Mario, namun hatinya tetaplah milik Renno, yang entah pria itu sekarang dimana rimbanya. Bella menghela nafas kasar, antara harus senang ataukah sedih dengan keputusan sepihak orang tuanya. Namun Bella juga tidak bisa menolak, kesulitan yang dialami bisnis ayahnya kini telah terselaikan berkat bantuan pak Wijaya, ayah Mario. Bu Annita, sahabat bunda Pertiwi, yang disaat sedang terpuruk, keluarga Bella itu tak menutu

