CHAPTER 18

1355 Words
Renno dan Bella berada di depan pintu suite room yang di pesan Renno. Mereka saling berpandangan sebelum akhirnya menggesekkan kartu masuk kamar, Sebuah kamar yang sangat besar dengan satu tempat tidur king size. "Kamu mandi dulu dan ganti pakaian mu dengan ini, aku akan panggil room service untuk mencuci pakaian kita agar bisa di pakai lagi besok." Renno memberikan sebuah bathrobe pada Bella. "Hanya ada satu ranjang Ren..." Bella terlihat bingung saat matanya berkeliling sekitar kamar. "Kamu tidur di ranjang, biar aku tidur di sofa." Renno berjalan menuju sofa yang berhadapan dengan pintu kelura lainnya yang terhubung dengan kolam renang di luar. Iapun mengangguk kemudian berjalan memasuki kamar mandi. "Tolong bawakkan pakaian kotor saya untuk di loundry" Renno menghubungi resepsionis lewat pesawat telephone yang berada di atas nakas samping tempat tidur. "Ada lagi pak?" "Apa menyediakan wine?" "Tolong bawakan dengan keju" Renno menutup panggilannya. Iapun melepas seluruh pakaian yang basah dan menaruhnya di dalam keranjang, lalu melilitkan handuk untuk menutupi bagian intim tubuhnya. Tak berapa lama Bella keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakkan bathrobe dan sebuah handuk yang melilit di rambutnya yang basah. Ia tertegun melihat keadaan Renno yang setengah telanjang sedang duduk di atas sofa sembari sibuk memainkan HP nya. Segera saja Bella memalingkan mukanya, ia tidak ingin tertangkap basah Renno karena sedang menikmati pemandangan indah pria sexy yang berada dihadapannya itu. "Aku sudah selesai" ucap Bella tanpa memandang kearah Renno. "Taruh pakaian mu di dalam keranjang, sebentar lagi ada pelayan yang akan mengambilnya untuk di cuci, agar bisa gunakan lagi besok. " Renno berlalu memasuki kamar mandi, meninggalkan Bella yang masih mematung, mencoba mengatur nafasnya yang sudah naik turun berguling seperti roller coaster. Baru pertama kalinya ia bersama seorang pria dalam situasi seperti ini, terjebak dalam satu kamar. Bella tersadar dari lamunnya saat pintu kamarnya di ketuk. "Room service" Seorang pelayan dengan mendorong meja memasuki kamar yang di tempati Bella. "Ini pesanannya bu..." Pelayan meletakkan pesanan Renno di meja di depan sofa. Bella mengambil keranjang berisi pakaian basah lalu memberikannya pada pelayan, tak lupa ia mengambil selembar uang 50 ribuan dalam dompetnya dan di berikannya pada pelayan. "Terimakasih ya bu.." Room service meninggalkan kamar Bella. Bella duduk di atas ranjang kemudian memainkan Handphone nya, membuka sosial media dan membaca postingan postingan orang orang terdekatnya, sembari sesekali mengklik 'like' pada postingan tersebut. Renno keluar dari kamar mandi tak lama kemudian, tubuh sexy nya berbalut bathrobe putih, begitu terlihat sexy di mata Bella. Ya...lagi lagi ia mencuri curi pandang melirik Renno yang sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk. 'Lihat dadanya sedikit terbuka...bernar benar sexy..'Bella bergumam dalam hati, namun buru buru ia menepis pikiran mesumnya. 'Sungguh memalukan...seorang gadis berpikiran seperti itu...' Bella tersenyum sendiri. "Ada yang lucu Be?" Renno menoleh ke arah Bella "Ga..ga ada.." Bella gugup Renno duduk di sofa, membuka botol wine nya kemudian menuangkannya dalam gelas. Meneguknya dalam satu kali tegukkan kemudian menuangkannya lagi lalu meneguknya lagi. Sembari memainkan  Handphone, ia menggigit potongan keju yang berada di atas piring. Bella mengeluarkan strowberry yang mereka petik tadi sore dari dalam kantong plastik lalu memakannya. Matanya membulat saat melihat postingan Amanda yang sedang liburan berempat dengan Fendy, Gerald dan Sydney. Bella tersenyum kesal...'Amanda benar benar pengkhianat' umpatnya dalam hati. "Be...kamu lapar?"  "Belum.." Namun jawaban tidak sinkron dengan suara kruyuk dari perutnya. Dan lagi Renno menelphone room service, memesan dua mangkuk mie special. "Gak papa gak makan nasi?"  Bella hanya menggelengkan kepalanya, masih asyik menyeruput mie jumbo dengan topping daging cincang yang super lezat menurutnya. Usai perutnya terisi penuh, mereka kembali disibukkan dengan handphone mereka masing masing lagi. "Kamu tau kalau Gerald dan Fendy sedang liburan bersama Amanda dan Sydney?" "Hmmmm"dan hanya dijawab singkat olet Renno Bella menghela nafas kasar, kekesalannya kembali. "Masih kedinginan Be?" Bella menggosok gosok telapak tangannya, ia memang masih terasa kedinginan walau sudah mandi dan bersembunyi di balik selimut. "Kau mau?" Renno mengacungkan botol wine ke arah Bella "Bisa sedikit menghangatkan tubuh" lanjut Renno Bella turun dari ranjangnya, kemudian menghampiri Renno. Renno menepuk nepuk sofa memberi kode pada Bella agar ia duduk disampingnya. "Sedikit saja, aku belum pernah minum seperti itu sebelumnya."  Renno menuangkan wine kedalam gelas kemudian memberikannya pada Bella. "Pelan pelan saja minumnya." Bella meneguknya sedikit, merasakannya dilidah sesaat baru menelannya. Ekpresinya berubah, wajahnya mengerut, ia menutup matanya lalu menjulurkan lidahnya. "Aaaaahhhh...pait...'ucapnya Renno tertawa melihat reaksi Bella. Namun Bella kembali meneguk kembali dan tak menyisakkannya setetespun dalam gelas. "Aaahhhh...masih pahit..." keluh Bella. Renno tertawa terbahak, kemudian mengacak puncak kepala Bella. "Kamu lucu" Bella tersenyum, lagi lagi tingkah anehnya bisa membuat Renno tersenyum. "Lagi" Bella menyodorkan gelasnya minta dituang kembali. Renno mengisi gelas Bella dan gelasnya pula, mereka pun meneguknya bersama. "Lebih enak dengan keju Be...coba deh..."Renno menyodorkan sepotong keju kemulut Bella kemudian langsung dilahap oleh gadis itu. "Sepertinya aku sudah merasa sedikit hangat, aku tidur dulu ya Ren..."Mata Bella mulai terasa berat walau tubuhnya mulai merasa nyaman seperti terbang di atas awan. Bella beranjak dari duduknya, sebelum pergi ia berbalik kearah Renno, kemudian menggenggam kedua pipi pria itu. "Selamat ulang tahun ya Ren...semoga apa yang kamu cita citakan bisa menjadi kenyataan." Sebuah kecupan mendarat di bibir Renno,sukses membuat mata pria itu membulat. Bella tersenyum kemudian melangkah menuju tempat tidur dengan langkah agak sempoyongan. Namun langkahnya terhenti saat tangan Renno meraih tangannya kemudian langsung menarik Bella dalam pelukannya. Renno langsung meraup bibir Bella dengan rakusnya, menghisapnya kencang bergantian atas dan bawah, lalu menjulurkan lidahnya mengabsen deretan gigi Bella. Bella merangkul pundak Renno dan membalas ciumannya, Renno langsung membopong tubuh Bella dan merapatkan pada tubuhnya, kemudian menurunkannya pelan diatas ranjang tanpa melepas tautan bibir mereka. Nafas Bella tersengal namun tak ada niat Renno untuk melepaskan bibirnya. Tangannya mulai berjalan menyusuri tiap jengkal tubuh Bella yang hanya tertutup bathrobe. Renno melepas tali bathrobe Bella, dan tampaklah tubuh Bella yang tak terttup sehelai benangpun. Ia menurunkan ciumannya ke leher jenjang Bella, kemudian turun di daad Bella lalu bermain di atas dua gundugan kenyal milik Bella, Bella mendesah pelan, tangannya meremas ujung bantal, menikmati setiap sentuhan Renno. Renno menghigsap n****e Bella dengan tangan satunya lagi memilin n****e Bella, memberikan sensasi nikmat yang tak terhingga. Bukan pertama kali Renno melakukan ini pada Bella, namun malam ini benar benar sungguh nikmat dan menggairahkan. "Rennnn..." desah Bella benar benar merasa nikmat. "Hmmmmm..." Renno masih sibuk dengan d**a Bella yang serasa pas di genggamannya. "Rennn aaahhhh..." Berkali kali Bella menggeliat nikmat Renno menurunkan ciumannya ke perut rata Bella. Ia berhenti sejenak, matanya mengarah ke tubuh inti Bella yang ditumbuhi bulu bulu halus tak tertutup apapun. Ia meraba bagian inti Bella, yang lagi lagi membuat gadis itu menggeliat. Sepertinya dengan kondisi seperti ini memang 'junior' nya tidak bisa di ajak kompromi. Ia sudah 'on' sedari tadi karena sentuhan sentuhan yang ia berikan pada Bella. Kepalanya terasa berat dan sudah ingin sekali mengeluarkan yang sudah ditahannya sedari tadi. Renno melebarkan kaki Bella, mengecup 'inti' Bella, kemudian melepaskan bathrobe yang membalut tubuhnya dan melemparkannya entah kemana. Sekarang Renno sudah tak memakai sehelai benagpun dengan 'Junior' nya yang sudah siap. Renno mengungkuh tubuh Bella, melumat bibirny dengna nafsu, dan menganggkat kaki ke belakang punggungnya. Ia mengeser geser 'junior' nya ke dalam 'inti' Bella yang sudah agak basah dari tadi akibat ulahnya. Dihentakkannya 'junior' nya beberapa kali namum masih meleset. Bella merintih kesakitan, menahan Renno agar menghentikkan aksinya, namun Renno tidak menyerah. Ia terus mengepaskan posisinya agar tepat sasaran. Dan dalam hentakan kesekian kalinya, akhirnya Renno berhasil masuk. Renno terdiam sesaat, mengelus pipi Bella yang terlihat kesakitan, beradu pandang dengannya. Mereka mengatur nafas, dan renno pun mulai melanjutkan aksinya kembali. Memaju mundurkan 'junior' nya, sembari melumat bibir Bella dengan lembut. Tak lupa tangannya masih bermain memilin n****e Bella, sampai entah beberapa kali gadis itu merasakan nikmat yang luar biasa. Awalnya Renno hanya bermain dengan tempo lambat, namun karena merasakan 'junior' nya yang semakin mengeras diurut oleh 'inti' Bella, Renno mengencangkan temponya hingga membuat Bella tersengal hampir kehabisan nafas. "Sebut namaku Be..."  "Reeennn aahhhhh..." Bella mendesah nikmat disertai keluarnya cairan hangat dari 'junior' Renno menyembur ke dalam dinding rahim Bella. Tubuh Renno ambruk, menindih tubuh Bella, menenggelamkan wajahnya di leher Bella, masih dengan penyatuan mereka yang belum terlepas. Bella memejamkan matanya, tangannya masih merangkul leher Renno, menikmati aroma pria sexy yang baru saja b******a dengannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD