CHAPTER 10

647 Words
Setelah perjalanan panjang yang memakan waktu hampir 10 jam ini, akhirnya rombongan sampai di Jogjakarta sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka beristirahat di home stay yang telah di sediakan oleh pihak tour travel agar besok bisa melanjutkan perjalanan. Sementara itu, Bella yang sekamar dengan Amanda, siap untuk mengintrogasi sahabatnya itu yang kini berkhianat dan memihak Renno. "Kamu kok belain Renno sih Man? Yang sahabat kamu itu aku bukannya sih KUTU KUPRET itu" Bella menunjukkan kekesalannya . Amanda terkekeh. "Kamu ada masalah ya sama Renno, Be?" Bella tak menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Ia masih kesal dengan kejadian di bis tadi pagi. Saat ia membuka pintu untuk keluar mencari udara segar, ia tersentak meliahat sesosok pria tengah berdiri di depan kamarnya. "Ren..." Renno tersenyum kemudian menyerobot masuk ke ruangan Amanda dan Bella. "Renno, ini ruangan cewe..."Bella sedikit meninggikan ucapannya. Renno memberi kode pada Amanda untuk meninggalkan mereka berdua, dan sepertinya Amanda faham. "Man, jangan pergi" namun ucapan Bella tidak di hiraukannya. Renno menahan tangan Bella, kemudian ia bersandar di depan pintu agar Bella tidak bisa keluar. "Ren, kalo ada yang lihat gimana?" "Emang kita lagi ngapain?" "Ya gak pantes lah, Kita dua orang dewasa berada hanya berdua di dalam satu ruangan seperti ini." Renno menyeringai. "Kamu takut terjadi hal yang kamu inginkan?" Goda Renno "Pergi sana ah...aku gak enak sama yang lain..." "Gak enak gimana? Yang lain juga sama kok. Aku juga ngasih kesempatan Amanda biar bareng Fendy. Aku tau kalo Amanda sudah lama naksir temanku yang satu itu." "Kayaknya kamu harus buka biro jodoh deh Ren..." Bella membalikkan badannya meninggalkan Renno, berjalan ke arah jendela. Renno mengikuti Bella di belakangnya. "Besok jangan jalan dengan siapapun. Tetaplah bersamaku" Ucap Renno "Di sekolah sama kamu, masa ini study tour harus bareng sama kamu. Aku juga butuh privasi Ren...." Tiba tiba Renno mengecup bibir Bella. "Privasi kamu milikku." jawaban Renno membuat Bella terdiam, terkejut dengan jawaban dan tindakan kilat Renno yang sulit untuk Bella diskripsikan artinya. "Sama ketemu besok, beib..." Renno pergi meninggalkan Bella yang masih terdiam. 'panggilannya sudah mulai berubah' batin Bella *** "Kamu tetap mbiarin Bella bareng sama Renno terus Syd?" Talitha mengawali percakapannya dengan sahabat sahabatnya di kamar. "Sebenarnya sih aku udah gak tahan untuk ngejambak rambut si itik buruk rupa itu. Tapi si Renno nempel terus kaya upil di idung. Sebel aku lihatnya. Tapi aku punya rencana." "Apa.?" "Apa?" "Apa?" tanya Diana, Aurora dan Millie hampir bersamaan. Sydney menyeringai jahat. "Kalian lihat aja ..."jawab Sydney singkat *** "Bro, ini rencana gue besok." Gerald menjelaskan rencananya untuk menembak Sydney saat mereka sudah sampai di pantai saat sorenya. Renno mengangguk pura pura mengerti padahal ia sendiri sedang bingung dengan perasaannya pada Bella, dan bingung bagaimana harus bersikap. "Ren..." Fendy mendatangi Renno "Kenapa Fen?" "Ini gue mesti nemenin Amanda lagi besok?" Tanya Fendy sepertinya agak lelah karena seharian harus menemani sahabat Bella yang cantik tapi super cerewet itu. "Tolonglah bro...gue lagi ada problem sama Bella." "Oke deh...tapi jangan lupa permintaan gue yang kemarin ya...' Renno menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya menandakan setuju. *** Perjalanan study tour pun dimulai pukul 07.00 WIB. Setelah sarapan, mereka bersiap untuk memulai perjalanan. Perjalanan dimulai dari desa wisata Krebet yang berada di sekitaran kabupaten Bantul, yang notabene nya memang telah dikenal dengan sentra industri kerajinan dari kayu yang unik. Kemudian berlanjut ke Museum Gunung Berapi, Monumen Jogja Kembali, dan berakhir di Pantai Indrayanti yang berlokasi di Daerah Ngasem, Gunung Kidul Yogyakarta.. "Bagus banget ya tempatnya..." "Iya..masih bersih pula " Pantai yang indah yang tersohor sampai ke manca negara ini memang tak kalah indah dengan pantai pantai di Indonesia lainnya. "Kalau ada kesempatan, kita kesini berdua ya Beib" ucapan Renno membuat perasaan Bella berdesir, antara bingung dan bahagia. Kegiatan mereka teralihkan karena siswa siswa yang lain sedang bersorak entah ada kejadian apa. "Kita kesana Ren" ucap Bella "Gak usah. Itu si Gerald lagi nembak Sydney. Sepertinya di terima." 'Tinggal giliran aku nembak kamu  Be...' batin Bella
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD