CHAPTER 11

754 Words
Tiba tiba tangan Renno merangkul pundak Bella, yang membuatnya terkejut seketika menoleh kearah Renno. "Senyum Be. Untuk kenang kenangan kita pernah kesini." ucap Renno sembari mengarahkan kamera Handphone nya ke wajah mereka. Bella tersenyum, setengah hati ia ragu namun disisi lain ia merasa ada kabahagiaan tersendiri berdekatan dengan cowo ganteng tapi rese kaya Renno. "Nanti ak kirim lewat w******p hasilnya" beberapa cepretan wajah mereka berdua di abadikan dengan backgroud sunset. Tiba tiba Hp Renno berdering dan iapun langsung mengangkatnya sembari berjalan menjauhi Bella. "Sepertinya penting." ucap Bella lirih. Raut muka Renno seketika berubah, antara marah, bingung,sedih,panik bercampur aduk. Berkali kali ia mengacak rambutnya dan menghela nafas kasar. Tak lama kemudian Renno menghampiri Bella. "Kenapa Ren?" Bella ikut panik. "Sorry Be, aku mesti balik ke Jakarta. Aku tinggal ya..." Usai mengecup bibir Bella sesaat, Renno berlalu pergi menghampiri teman temannya, kemudian pergi sendiri dengan berlari. Bella hanya menatap bingung. *** "Renno naik pesawat pulang ke Jakarta sendirian, kenapa ya Be?" tanya Amanda penasaran saat duduk berdua di kursi bis dalam perjalanan pulang ke Jakarta. "Aku juga gak tau Man, Renno gak menjelaskan apapun tadi." Bella melihat ke arah jendela sepanjang perjalanan pulang, tatapannya kosong. "Sydney nerima cinta Gerald loh Be..." lanjut Amanda "Syukur deh..." masih dengan nada datarnya. "Tinggal giliran aku nih... bisa sama Fendy gak ya...?" Amanda masih tersenyum berbunga bunga mengingat kebersamaanya dengan Fendy sepanjang study tour ini... Bella menoleh ke arah sahabatnya sambil menelonyor kepala sahabatnya yang tega "berkhianat" itu. "Jangan mengkhayal teroooooosssss" "Kenapa sih beeeeeee" Dan merekapun tertawa bersama. *** "Ini rencana yang kamu maksud Syd?" tanya Aurora pada Sydney setelah kejadian tadi sore. Sydney mengangguk dingin. "Rencana apaan coba? Berarti sekarang kamu udah pindah haluan ke Gerald dan menyerah sama Renno? Terus membiarkan si itik buruk rupa itu nempel sama Renno?? Waaaahhhhh Syd, kayaknya kamu udah putus asa deh..." lanjut Diana "Gak sayang tuh si Renno dilepasin setelah perjuangan yang sekian lamanya..." sambung Talitha "Aku mundur satu langkah untuk maju tiga langkah girls... mana mungkn aku bisa nglepasin prince Renno gitu aja" jawab Sydney "Jadi ceritanya Sydney lagi main ular tangga gitu sama Bella? Pakai acara maju mundurin langkah gitu...' Millie dengan polosnya menyauti ucapan sahabat sahabatnya itu. "Milliiiiiiiiieeeeee" mereka serempak menatap Millie kesal karena kepolosannya, dan Millie hany bisa mengangkat bahu dan alisnya, Bingung. *** Liburan kenaikan kelas XII telah usai, siswa siswa mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. "Kalian harus tambah rajin belajar karena ujian kelulusan dan ujian masuk universitas bagi yang meneruskan pendidikan sudah dekat." Pak guru menjelaskan di depan kelas. Bella mendengarkan dengan baik, berbeda dengan Amanda yang masih sibuk chattingan dengan Fendy walau masih jam pelajaran. "Man...itu dengerin.. Jangan pacaran mulu..."bisik Bella tapi sepertinya tidak di dengarkan. "Iya Be...' jawab Amanda santai meletakkan Handphone ya di laci lalu mencubit pipi tembem sahabatnya. Bella melotot,dan Amanda hanya tersenyum. *** Di kantin, Renno bertemu dengan Bella. Walau Gerald sudah jadian dengan Sydney sesuai keinginan Renno, tapi hubungan Renno dan Bella masih berlanjut walau hanya pacar pura pura. Bella masih mengikuti rencana Renno, demi mendongkrak nilainya, walau kadang Renno masih modus dengan memeluk Bella, tapi sepertinya gadis itu tidak keberatan, karena sekarang Renno tidak curi curi cium darinya. "Nih...soal matematika buat besok" sodor Renno saat ia mengantar Bella pulang. "Makasih ya Ren..." Bella menerimanya dengan hati gembira Renno hanya tersenyum seperlunya, entah kenapa Bella merasa kalau Renno merahasiakan sesuatu ataupun sedang punya masalah. Tapi Bella enggan bertanya, sepertinya itu bukan urusannya, dan Renno pun tidak mengatakan apapun kepada Bella. 'Mungkin hanya perasaanku saja.'batin Bella saat Renno beralalu dengan motornya. Walau hanya antar jemput saja, Bella menikmati menjadi pacar pura pura Renno. Dan tak terasa hampir setengah tahun mereka bersama, kebersamaan teman yang bukan sebenarnya teman. *** Sudah beberapa hari Renno tidak muncul di sekolah, padahal sekarang tengah diadakan ulangan MID smester. "Renno kenapa Be?" tanya Amanda "Aku juga gak tau Man, Renno gak kasih kabar." "Kamu gak chat dia?" Bella hanya menggelengkan kepala dengan ekspresi polosnya. "Harusnya pacar gak ada kabar kamu hubungi dong Be, gimana sih? Gak perhatian amat..." "Aku gak lebay kaya kamu sama Fendy keles..." saut Bella ketus Tapi ucapan Amanda ada benarnya juga, kenapa ia hanya bisanya menunggu Renno menghubunginya dulu? Kenapa ia sama sekali tak punya inisiatif? Apa ia tidak peduli dengan keadaan Renno? Apa Renno baik baik saja? "Kamu lagi apa Ren?" Bella mengirim pesan pada Renno. 5 menit, 10 menit, setengah jam, 1 jam, tak kunjung ada balasan. Bella melempar Handphonenya kesal, Amanda menoleh. "Kenapa Be? " Amanda bingung dengan sikap sahabatnya. "Gak papa " Bella ketus, menutupi rasa kesalnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD