“Eiiii, pengantin baru!” sapa Kyla melihat Gibran berdiri di depan toko pakaian perempuan. Gibran berdiri memandangi setelan tidur untuk perempuan hamil. Sambil menjejalkan satu tangannya ke dalam saku celana, matanya sibuk mengamati beberapa motif yang terpajang. Dia sampai nggak menyadari kalau Kyla sudah ada di belakangnya lebih dari lima belas menit yang lalu. “Calon Ayah, apa kabar nih? Sumringah bener wajahnya, Pak,” goda Kyla menyenggol lengan Gibran. “Sendiri aja lo, Gib?” tanya Kyla yang jadi ikutan memandangi setelan tidur yang ada di depannya. “Iya. Mampir bentar,” gumam Gibran tanpa menoleh pada Kyla. “La, yang cocok buat Dirana yang mana ya?” Gibran tampak diam, pandangannya beralih dari satu motif baju ke motif yang lain. “Yang ini bagus nggak sih?” tunjuknya pada sete

