Takut Kamu Nggak Pulang

1486 Words

Anjas menggelengkan kepala heran melihat sikap Gibran yang mendadak ketus pada Gino di kampus. Gino bilang ini, salah. Gino bicara gitu salah. Semua serba salah yang dilakuin sama Gino. Sampai-sampai nih, Gino nggak buang sampah ke tempatnya diomelin. “Efek istrinya hamil kali ya,” gumam Anjas heran. “Lo kenapa sih, Bang?” Gino bertanya penasaran. “Panggil saya, Pak! Ini masih di kampus!” sentak Gibran. Tumbenan ini orang protes cuma karena masalah panggilan. Biasanya juga asik-asik aja kok, yang penting kan nggak ada mahasiswa lain selain Gino dan Anjas. Ini manggil masih pake embel-embel 'Bang' aja dipermasalahin. Gimana kalau pake nama doang, bisa digantung tinggi-tinggi sama Gibran. “Gue nebeng ntar ya, Bang,” seru Gino yang duduk di depan Gibran. “Nggak bisa!” sentaknya ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD