MUSTAFA YANG SAKIT HATI

1226 Words

“Sayang, ayo turun!” pinta Gito membuyarkan lamunan sang istri. Tentu saja, permintaan Gito yang lirih seketika membuat Dinda gelagapan karena dirinya sedang tak fokus. “Oh, ya, Mas. Udah sampe?” “Dari tadi. Jangan sering melamun, Sayang.” Dinda segera turun dari motor, sedangkan Gito meluruskan standar. Setelah motor telah terparkir dengan bagus, mereka melangkah memasuki pertokoan. “Jamila, kamu sudah punya banyak perhiasan dari aku. Tak perlu dari Gito,”ujar Mustafa di telinga Dinda. Sosok Timur Tengah ini tak bisa menyembunyikan rasa cemburunya. Namun, Dinda pura-pura tak mendengarkannya. Justru wanita ini bergelendot manja di lengan suaminya. Mustafa semakin terbakar amarah melihat kelakuan Dinda. Sosok Timur Tengah ini seketika meniup tubuh Gito hingga jatuh terjerembab, hing

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD