bc

Hans Fredrick

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
dark
forbidden
BE
family
friends to lovers
kickass heroine
boss
single mother
drama
tragedy
sweet
bxg
mystery
brilliant
campus
city
highschool
childhood crush
like
intro-logo
Blurb

Hans Anak remaja yang kehilangan kasih sayang dari orang tuanya, lalu hadir ibu sambung yang sangat tahu apa yang dibutuhkan Hans, sampai dia diberikan "kehangatan" lagi dalam keluarga tetapi tidak menutup kemungkinan, dia hanya berpura-pura menemukan bahagia, karna tidak percaya dengan semua perempuan, membalaskan dendam rasa sakitnya dengan membuat semua perempuan tergoda olehnya. Tetapi perbuatannya lama-kelamaan sampai membuatnya menyesal yang begitu dalam dan orang yang begitu mencintainya menjadi orang yang sangat berbeda.

Penyesalan yang ia dapat membuat ia hidup dalam keheningan lagi.

chap-preview
Free preview
Apakah Kamu Peduli Padaku?
Aku Hans Fredrick. Aku melarikan diri dari masalah yang sangat besar. Aku menyesal telah melakukan ini. Semua bermula saat aku mengetahui ayah memiliki anak dari perempuan lain saat aku duduk di bangku SMA kelas 3. Yang aku tahu dia selingkuhan ayah. Makanya ibu pergi meninggalkan ayah karna ayah menyakiti hatinya, tetapi kenapa aku tak ikut dibawa ibu. Ibu malah membiarkan aku disini, walaupun rumah ini mewah dan besar, semuanya terasa sepi dan hampa. Lalu ayah membawa perempuan lain yang mana dia berkata dia akan menjadi ibu baruku. "Hans beri salam pada ibu barumu!", Aku menurutinya, tangannya lembut dan wangi, kesan pertamaku cukup membuat aku bisa menerimanya, dia baik atau tidak aku belum tahu dan aku masih berhati-hati. "Halo Bu, aku Hans", Wanita itu tersenyum dan mengusap kepalaku. "Halo Hans, semoga kita bisa akrab ya", Kata wanita itu. lalu kembali ke samping ayah. Ayah dan wanita itu berjalan menuju kamar. Pintu kamar tidak tertutup rapat aku mengintip dari sela pintu. Wanita itu duduk di kasur ayah melorotkan gaun indahnya hingga terlihat d**a yang begitu indah bulat dan padat. kedua tangan ayah memegang kedua gunung kembara itu, meremasnya berkali-kali, wanita itu mendangakkan kepalanya, ayah lalu menciuminya. tak berapa lama, ayah membuka seluruh pakaiannya. wanita itu berdiri dan mengalungkan tangannya ke kepala ayah. mulutnya sibuk melumat bibir, tangan ayah melepaskan seluruh gaun hingga wanita itu tak ada yang menghalangi keindahan tubuhnya sehelai pun. Aku tersadar wanita itu melihatku yang sedang berdiri dibalik pintu yang terbuka sedikit. aku langsung meninggalkan kamar itu dan berlari kekamar ku dilantai atas. Aku yang saat itu sedang persiapan kelulusan, malah terus membayangi tubuh indah ibu baruku. Batangku berdiri tiap kali membayangkan itu. Aku merebahkan diri dikasur menenggelamkan kepala kebantal berharap bayangan itu hilang. Aku berfikir lagi apakah ini selingkuhan ayah juga hingga ibu pergi tanpa membawaku, dan itulah hukumannya dari ibu. Perasaan itu membenarkan pikiranku, pikiran-pikiran jahat itu muncul, dikepalaku. Tak ada wanita yang baik didunia ini. Malamnya aku merasa lapar lalu kedapur mencari apa yang bisa ku makan. *blar* lampu dapur menyala, kudengar langkah kaki yang masih memakai heels didalam ruangan. Ibu baruku mendapati aku sedang mengambil beberapa makanan dari kulkas. dia tersenyum dan berbalik meninggalkanku, mengetahui aku membawa makanan dan minuman di tanganku. Wanita itu memiliki tubuh yang sangat indah, berlekuk seperti jam pasir, dengan proporsi yang menonjol. Mengenakan mini dress ketat pendek dengan tali tipis tak memakai bra sehingga terlihat tonjolan ditengah kedua gunung kembarnya. Rambutnya diikat memperlihatkan lekukan tubuh yang sempurna, berjalan membuat pergerakan panggul ke arah samping dan atas-bawah, menciptakan gerakan mengayun seirama sama indahnya. setelah beberapa langkah ia berhenti dan menoleh ke arahku yang dibelakangnya, terlihat sama ia tersenyum menggoda. aku masih mencerna maksudnya. tapi jauh didalam lubuk hatiku tubuhnya sangat indah dan menggoda. Aku kembali ke kamarku, menghabiskan makanan dan minuman yang kubawa tadi dan membayangkan tubuh indah ibu baruku. Hari perpisahan SMA pun tiba, disekolahku diadakan party di salah satu hotel ternama di kota ini. aku memegang beberapa penghargaan dan piala yang ku bawa pulang, tak perlu meragukan prestasiku. Dari semua yang kudapatkan tetap tidak bisa membuat ayah memperhatikanku. Sampainya aku dirumah ayah tidak terlihat, hanya ada ibu baru yang menyambut ku, tersenyum dan melihatku yang matanya terasa seperti menggodaku. Dia terlihat manis dan seksi dengan pose duduk seperti itu ditambah menggunakan camisole atau tank top ketat berbahan rajut dengan tali tipis (spaghetti straps) dan potongan leher scoop/sweetheart yang rendah sehingga bagian d**a tampak sangat bervolume, bulat, padat dan tank top itu terlihat tak mampu menutupi keindahan yang memang harus nya ditampakkan. ibu menggunakan rok mini ketat berpinggang tinggi dan sangat pendek. aku menelan tlludahku berkali-kali, sampai tak fokus ibu memanggilku berkali-kali. "halo sweetie boy, gimana acara kelulusan tadi?", "....." "Hans?", "Hans? hello?", Ibu tersenyum dan menghampiriku membuatku mulai sadar dan berhenti melihat keindahan itu. "a-ah ibu gi-gimana Bu? maaf aku kelelahan jadinya ngelamun gini", Ucapku berbohong, tapi ibu tau itu. Ibu membisikkan sesuatu yang buat aku merinding sekaligus ingin. "kamu mau pelukan dariku?-ibumu", bisik ibu ditelingaku, aku tak sadar batangku sudah berdiri hingga terlihat oleh ibu, sengaja tak memberi tahuku dia alih alih membuka tangannya dan menyuruhku memeluknya. Batangku makin mengeras. wangi tubuhnya kulitnya yang lembut dan halus dan wajahku yang tenggelam di antara kedua bola itu. Padat dan empuk makin membuatku tenggelam dengan aroma tubuhnya yang menggoda. Aku memeluknya dengan tangan yang masih sibuk memegang semua penghargaan itu. Ibu berbisik awalnya hanya kata biasa seorang ibu dan anak, aku berharap kata-katak itu bisa lebih dari seorang ibu dan anak. Deru modul mendekat ke halaman rumah, itu mobil ayah, ayah pulang, aku melepaskan pelukannya dan lari lantai atas. Aku mengunci pintuku, mengatur nafasku di balik pintu dan baru menyadari batangku berdiri sangat tegak sedari tadi, aku malu wajahku merah kututup wajahku dengan kedua tangan. di pikiran kotorku, seharusnya ayah tidak pulang sore ini. Malam harinya aku olahraga tipis-tipis dengan dumbel dikamarku. Biasanya olahraga bisa membuat bayangan liar itu hilang, tapi ini terus menari-nari dipikiranku. Aku lelah dan perlu kedapur mengambil air. 2 langkah anak tangga lagi aku mendengar desahan yang nikmat. penasaran kuintip dibalik tembok tangga, terlihat ayah dan ibu sedang seks di ruang tv, aku ingin langsung kembali kekamar tapi kaki dan pikiranku ingin tetap berada disitu melihat mereka. "come on davni, teriak lebih kencang", Kata ayah kepada ibu baru itu, davni ya itu namanya. ayah menggendong ibu sambil menamcapkan batangnya pada lubang ibu, badan ibu bergerak naik turun digendongan ayah, bola padat ibu yang kiri menganggur, yang satungnya dilahap liar oleh ayah, ibu teriak nikmat. sampai aku membuka resleting dan m********i di tangga. ku kocok batangku sambil melihat tubuh ibu yang menggelincang keenakan. gayanya berubah ayah duduk disofa, dan davni naik dipangkuan ayah, ayah mendesah menandakan nikmat dari lubang itu. davni menggerakkan badannya kedepan dan kebelakang, sial aku tak bisa melihat p****t davni yang menggoyangkan batang ayah. ketika aku fokus keenakan m********i sampai aku menutup mata, ternyata davni melihatku sedang memainkan batang. Tiba-tiba davni teriak kulihat ayah melahap bola itu bergantian, ahhhh davni kenapa kamu begitu menggoda, kataku dalam hati, kulihat davni sekarang bergaya doggy-style ayah menghentakkan p****t davni begitu keras dan cepat. Davni makin mendesah keenakan. bola bola itu menggantung dan tanpa ada yang memegangi. andai aku yang disana aku tak akan membiarkan bola itu menggantung dan bergerak bebas tak karuan. kocokan tanganku makin kencang, aku mencapai klimakku sambil menutup mata menikmati cairan kental itu keluar . saat aku melihat ke arah mereka, ibu sedang tersenyum, sambil mendesah melihat ke arahku, dia mengedipkan matanya. aku kaget dan langsung buru-buru ke kamarku mengambil tisu untuk cairan kental yang kutumpahkan di tangga. lalu aku pergi tidur kekamar. pagi nya ibu sudah memasak untuk kami. "emm ayah belum bangun?" tanyaku pada ibu. "udah... udah berangkat juga daritadi", kata ibu menjawab dengan tubuh yang dicondongkan kebawah mendekat kewajahku. Lalu kulihat senyuman menggoda itu lagi. kali ini ibu tidak pakai bra dan cd ibu memakai apron yang sangat terbuka di bagian samping, tanpa terlihat pakaian dalam atau atasan lain yang terlihat di bawahnya, sehingga memperlihatkan sisi tubuh ibu, punggung, dan sebagian paha bagian samping secara langsung, ada tali bahu lebar dan diikat erat di bagian pinggang menggunakan tali yang disimpul di bagian belakangnya memperlihat lekuk tubuh ibu dari belakang. Bola d**a yang bulat dan padat membuat apron itu terasa seperti sesak dipakainya, p****g tercetak jelas di apron yang sesak itu, bokongnya yang indah terlihat ketika sedang berjalan dan menungging ketika ibu sedang mencari peralatan masak di laci bawah. Aku akan mendapat pemandangan indah setiap hari sekarang. aku memakan masakan ibu, enak dan lezat. lalu ibu bertanya padaku yang duduk di sebrang meja makan menghadapku. "selanjutnya kamu mau kuliah dimana Hans?" "di universitas A di daerah kota Bu", jawabku. "wah baguslah aku alumni di univ itu Hans, udah tau mau masuk jurusan apa", Tanya ibu lagi "belum", Jawabku. Benar aku belum memikirkan itu. "aku punya dua saran, Jurusan Teknik Arsitek dan Seni", Kata ibu, sontak aku kaget ibu bisa tau aku lebih bakat dimana. "bagaimana bisa ibu tau itu jurusan yang sedang ku pilih", "karna aku memperhatikan kamu, dari gerak gerik dan style mu, kamu lebih cocok disana", Kata ibu tersenyum. Aku terdiam dan lanjut makan. Pagi ini aku tidak punya kegiatan. aku bersantai di atas ban renang berbentuk kursi sambil membaca novel. tak lama aku mendengar ada yang tercebur ke kolam. aku melihat sekitar tidak ada yang terjadi hening dan tenang, tapi air kolam tidak diam menyatakan ya ada yang jatuh ke air. tak lama "baaaa" ibu muncul dari dalam air mengagetkan ku, aku kaget dan terjatuh ke air. saat tenggelam kulihat tubuh ibu dengan bikininya. ibu ikut menyelam dan mencariku mengangkat ku keatas agar aku bisa mengambil nafas. Aku melihat ibu begitu panik. "heii hanss kamu baik-baik aja? aduhh aku minta maaf Hans, aku gatau bakal kayak gini", Melihat kepanikan ibu, aku pura-pura batuk, dan berhasil mengelabui ibu makin panik dan membawaku keluar kolam dan duduk di kursi pantai disisi kolam, aku pura-pura menggigil kedinginan, ibu membawakan handuk buatku. setelah badanku di beri handuk ibu duduk disampingku, pemandangan itu sangat dekat. dengan bikini yang dipakainya hanya menutupi putingnya dan lubangnya. membuat batangku berdiri tegak seketika. ibu yang melihat itu, cekekeh kecil. dan mendekatkan wajahnya. lalu berbisik menggoda. "jadi kamu pura-pura ya", aku terdiam, aku ketahuan lagi. bisa-bisanya tidak selalu memergokiku. "apakah kamu peduli padaku, Bu?", tanyaku sambil menatapnya dengan sangat dekat. Ibu tidak menjawab, ibu malah mencium bibirku, melumat bibirku, dan Aku diam membeku, terasa bibirnya sangat lembut dan kenyal, aroma lipbalm nya yang manis sangat ingin ku hisap berkali-kali sialnya aku malah tak bisa bergerak. "kamu bertanya apakah aku peduli padamu? bagaimana aku tidak peduli sedang aku terus berhasil mengetahui apa yang kamu butuhkan". Aku sadar, tetapi tanpa pikir panjang aku mengambil alih mencium bibirnya, aku bahagia, aku senang, aku tak bisa mengendalikan diri sekarang karena perasaan yang begitu meluap-luap. ibu membalas menciumku, aku dan ibu pun ciuman sangat lama. Aku puas dengan jawabannya tapi belum sepenuhnya terpuaskan.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

GADIS SEKSI MILIK MAFIA HYPER

read
46.8K
bc

Gairah Terlarang Sang Mafia

read
1.6K
bc

HASRAT MEMBARA KAKAK SEPUPU

read
92.1K
bc

GAIRAH TERLARANG ISTRI TETANGGA

read
7.5K
bc

Hubungan Rahasia Dengan Dosen Nakal

read
2.3K
bc

Gadis Daddy Yang Nakal

read
44.4K
bc

Dicintai Ugal-Ugalan Ayah Mantan

read
4.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook