EPS 3

1012 Words
Sudah hari kedua sejak Kevin pergi keluar kota Mita hanya berleha-leha seperti hari sebelumnya, dia hanya membuat skripsi, makan, tidur, nonton tv tanpa membersihkan rumah. "Kalau begini terus setiap hari,tugas skripsiku pasti akan cepat selesai. Kenapa dia hanya pergi beberapa hari," sambil merebahkan badannya di sofa depan tv. "Tetapi mengapa aku merasa kesepian,padahal baru 2 hari dia pergi.Akh....!!, apa yang aku ucapkan tadi." sambil menepuk mulutnya. "Seharusnya aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.Yeaaaah..... yeeaaaah....!!!!," sambil menghambur - hamburkan kulit kacang yang berada di sampingnya, lalu iapun menenggak sekaleng minuman soda. Tiba-tiba suara ketukan kaca dan bell berbunyi bergantian. Tok...tok...tok....!!!!! " Siapa yang bertamu? ah,biarkan saja aku sedang menikmati kebebasanku." Kembali Mita meneguk minumannya.Sayup-sayup terdengar suara yang memanggil namanya. Mita penasaran dan mulai bangun dari sofa berjalan menuju ruang depan. Mitapun mendekat pelan menuju pintu,sebelum membuka pintu Mita penasaran dan mencoba sedikit menyekat gorden jendela disampingnya. Mita kaget bukan kepalang,mulutnya menganga, bola matanya ikut membelalak lebar, seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan, karna yang dilihat dibalik jendela itu adalah muka Kevin yang sedang mengintip dari luar jendela. "Buka pintunya mitaaa," teriak Kevin sambil tetap mengedor-gedor jendela. Mita langsung menyeka kembali gorden jendela itu. "Mati aku." Bukannya langsung membukakan pintu untuk Kevin tetapi Mita berlari kesegala arah untuk membereskan apa yang harusnya ia bereskan,namun karna sudah seperti kapal pecah Mita bingung harus memulai membereskan dari mana dahulu. "Mitaaa.....Mitaaaa.....!!!!!! bukakan pintu cepat.Apa yang sedang kamu lakukan didalam rumahku?" teriak Kevin. Beberapa menit kemudian Mita baru membukakan pintu rumah. Rambut Mita berantakan tak karuan, nafas dia terengah-engah. "Apa yang kau lakukan dirumahku?," tanya Kevin sambil menyeka badan Mita agar ia bisa masuk kedalam rumahnya. "Sudah kubilang jangan membawa laki-laki kerumah ini.Dimana kamu sembunyikan laki-laki itu?, " Kevin marah dan menerobos masuk.Mita masih mematung diruang tamu sambil mengatur nafasnya. "Mitaaaaaaa......!!!!!!!!!!" Mita kembali berlari menemui Kevin diruang TV. Tamat sudah riwayatku sekarang, ungkap Mita dalam hati. Setelah Mita menghampiri Kevin ia tidak sanggup menatap muka Kevin, ia hanya merunduk takut. "Ambilkan saya minum," kata Kevin yang sudah duduk disofa. Mita cukup tenang mendengar permintaan bosnya,Mita langsung kedapur, ia berharap Kevin tidak mengangkat bantal sofanya, karna dibalik bantal sofa itu Mita menyimpan semua sampah-sampahnya. Namun baru saja Mita memikirkan hal itu langsung terdengar teriakan Kevin yang memanggil namanya. "Oh my god.....!!!! Suara itu.Iya-iya aku segera datang,"Mita datang sambil membawa segelas air putih ditangannya. "Apa yang kamu lakukan dirumah ini Mitaaaa,kenapa sampah-sampah ini kamu buang disofa?" tunjuk Kevin ke arah sofa yang sedari tadi didudukinya. Mita menelan ludah. "Jawab,"bentak Kevin sambil berdiri dihadapan Mita. " Iya, itu, itu sampahku," Mita bingung menjawabnya. "Tapi nanti akan segera aku bereskan. Maksudku sekarang juga bukan nanti, " Mita langsung menyodorkan segelas air putih kegenggaman tangan Kevin, lalu segera Mita punguti sampah yang dia tutupi bantal-bantal sofa. "Kamu sudah membuat rumahku seperti kandang hewan,baru 2 hari saya tinggalkan sudah seperti ini, gimana kalo saya benar 4 hari pergi," Kevinpun menenggak segelas air putih digenggamannya hingga habis. "Kamu,"tunjuk Kevin dihadapan muka Mita yang sedari tadi mematung dengan sampah-sampah dikedua tangannya. "Akan menerima hukumannya." lanjut Kevin sambil menyodorkan gelas kosong kearah tangan Mita. Mitapun mengapit dengan sikutnya karna kedua tangannya penuh sampah-sampah.Lalu Kevinpun menaiki tangga menuju kamarnya. "Hufh......!!!!,cobaan apa lagi yang akan aku terima ya Allah." Sambil menghela nafas panjang. *** Dering handpone sayup-sayup terdengar oleh Mita yang sedang menyiangi sayur yang akan dia olah untuk menu hari ini.Mita menghentikan gerakan tangannya untuk fokus mencari dimana arah suara handpone itu berada, pelan-pelan Mita berjalan. Sampai diruang TV suaranya semakin jelas, Mitapun mulai mencari kesegala arah ruangan itu dan akhirnya Mita melihat handpone itu diatas meja TV.Ternyata itu handpone Kevin yang tertinggal. "Sangat teledor sekali dia." Mita melihat siapa nama penelponnya ternyata bertuliskan kantor. "Angkat,engga,angkat,engga,angkat," kata Mita sambil mengangkat jari-jarinya.Dering handpone itupun berhenti. Mita tidak jadi mengangkatnya lalu balik pergi kedapur. Baru saja beberapa langkah Mita berjalan handpone itu berdering kembali dengan nama panggilan yang sama KANTOR.Mitapun tak ragu lagi untuk mengangkatnya. "Hello," "Bawa handpone saya kekantor sekarang," suara itu tidak asing lagi bagi Mita. "Sekarang juga ya kamu anterin ke Grand Hotel." "Iya sia.... ," belum tuntas Mita berucap Kevin sudah mematikan sambungan teleponnya. Setelah teleponnya tertutup Mita diam sejenak karna Mita baru tau jika Kevin ternyata kerja dihotel.Mitapun memiliki ide untuk melamar kerja disana melalui Kevin.Mita bersemangat segera menuju tempat kerja Kevin. *** Tok... Tok... Tok...!!! " Permisi pak, ada yang mau bertemu bapa," kata salah satu pegawai hotel menemui Kevin diruangannya.Kevin mengira itu Mita yang akan membawakan handponenya yang ketinggalan. "Suruh langsung masuk." " Apa kabar Vin?," datang Flo sambil menyimpulkan senyum khasnya yang dulu sering ia liat setiap kali berkencan dengannya. Kevinpun kaget melihat kedatangan Flo yang mendadak ini,lalu Kevin mengisyaratkan pegawainya untuk meninggalkan ruangan. "Maaf ya Vin aku datang kekantor kamu langsung," ucap Flo.Namun Kevin hanya diam. "Mungkin kedatangan aku kali ini bisa membuat kamu berubah fikiran.Aku enggak bakal bosen minta maaf sama kamu Vin,tolong maafin semua kesalahan aku yang dulu Vin." Flo mulai menahan tangisnya, matanya mulai memerah disertai air mata yang menggenang. " Sudahlah, lebih baik kamu pulang.Menurutku kamu lebih baik mengurus anak dan suamimu dirumah ketimbang mengurusi hal yang sudah lama berlalu." " Selama ini aku hidup dalam ketidak tenangan dan rasa bersalahku. Rumah tanggaku tidak akan baik-baik saja jika kamu masih seperti ini Vin," air mata Flo tak terbendung lagi, jatuh menetes dipipinya. " Apa kamu tidak kasian sama mamah vin? Setiap hari bersedih menantikan anaknya pulang, " lanjut Flo. "Jangan pernah bawa-bawa mamah untuk mengiba kepadaku," ucap Kevin. Tiba-tiba Flo beranjak bangun dari duduknya dan menghampiri Kevin lalu Flo bersimpuh dikedua kaki Kevin. "Aku mohon, maafkan aku dan kembalilah kerumah mamah," sambil terisak Flo memohon agar Kevin terenyuh. Melihat Flo memohon seperti itu,Kevin bukannya iba namun membuat ia semakin emosi. "Pergi dari sini!! tidak ada gunanya lagi kamu melakukan ini.Keputusan yang saya buat tidak akan pernah berubah." Kata Kevin sambil membuang muka seolah sangat muak dengan Flo. "Saya tidak ingin melihatmu lagi,bangun dan pergilah," nada suara Kevin bergetar. "Aku yang bersalah Vin.Tolong hukum saja aku, jangan kamu libatkan suami dan ibu mertuaku,mereka sangat menyayangimu," Ucap Flo. "Pergi....!!!," bentak Kevin.Flo masih tidak beranjak dari hadapan Kevin. "PERGI...!!!!."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD