Ibu Penti, Flo dan Kevin mendekat bersamaan kearah dokter menanti kabar tentang keadaan Rian. “Keadaan pasien saat ini semakin kritis. Apa pihak keluarga sudah mendapatkan donor darah untuk pasien?” tanya dokter. “Sudah pak, saya yang akan menjadi donor untuk adik saya,” kata Kevin. Dari dalam pintu kamar Rian keluarlah salah seorang perawat. “Baik jika begitu, suster tolong bantu Mas ini ke ruangan untuk proses pengambilan darah untuk pasien Rian.” “Baik dok, mari Mas ikut dengan saya,” ajak suster. Kevinpun mengikuti langkah suster didepannya. Hampir 30 menit berlalu Kevin masih terbaring dengan jarum yang tertancap mengambil darah dalam tubuhnya. Dalam keheningan ruangan itu tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka. “Apa sudah selesai sus?” tanya Kevin pada orang yang berada dibal

