Beberapa kali kelopak mata dengan bulu-bulu lentik tanpa sentuhan maskara itu bergerak. Sepasang bibirnya sedikit terbuka. Kansa menatap tak percaya sosok pria yang sedang melangkah mendekat. Sultan tersenyum. Pria itu menghentikan langkah di depan sang istri yang masih menatapnya terkejut. Tangan kanannya terangkat, membuat Kansa sedikit tersentak hingga gadis itu menarik ke belakang kepalanya. Namun, Sultan tidak berhenti. Pria itu menyentuh kening istrinya. “Ibu bilang kamu sedang tidak enak badan.” “Sudah enakan kok, sekarang.” Kansa menarik turun tangan Sultan. Gadis itu berusaha menarik kedua sudut bibirnya. Berusaha terlihat baik-baik saja. Namun, senyum yang coba Kansa bentuk itu justru terlihat aneh di mata dua orang yang melihatnya. “Kamu … pucat.” Sultan memperhatikan lekat

