“Kamu tembus, Nak. Sana … ganti pembalut dulu,” ujar Sumi melihat bercak darah di gamis yang dikenakan oleh sang putri. “Tembus?” Refleks Kansa memutar kepala ke belakang bagian bawah—berusaha melihat ke arah yang ditunjuk oleh sang ibu. Karena masih tidak bisa melihat darah yang dibicarakan oleh sang ibu, tangan gadis itu bergerak ke belakang, menyapu gamis di bagian pantatnya. Basah. Kansa mengangkat tangannya. Seketika tangan itu bergetar. Kulit wajahnya memutih. Kansa mengayun kedua kaki meninggalkan sang ibu yang menatap curiga pada gadis tersebut. Kansa mengepal tangan yang masih bergetar. Masuk ke dalam kamar mandi kemudian menguncinya. Air mata Kansa jatuh. Gadis itu menangis. Tanpa Kansa tahu, sang ibu berdiri di depan pintu kamar mandi. Terdiam mendengar suara tangis anaknya.

