Bukan Sumi tidak percaya pada sang putri. Kansa mengatakan dia sedang datang bulan. Itu beberapa hari yang lalu. Ketika tadi dia melihat bercak darah pada gamis yang dipakai oleh sang putri--dibagian p****t, awalnya Sumi masih biasa. Tidak terlalu jauh berpikir. Akan tetapi, saat melihat wajah pucat putrinya dan tangan putrinya bergetar begitu melihat darah itu, Sumi merasa dadanya seperti baru saja dipukul dengan keras. Lalu ingatannya berputar ke belakang. Saat beberapa kali mendapati sang putri muntah-muntah. Tidak mungkin juga setelah lebih dari lima hari menstruasi, darah menstruasi masih sebanyak itu sampai-sampai tembus ke pakaian. “Jujur sama Ibu, apa kamu … hamil?” Sumi menatap lekat sang putri yang wajahnya langsung berubah pias. “Ada apa, Sayang? Bu?” Sepasang mata Kansa l

