Bab 82.

1903 Words

Kansa memperhatikan jalanan yang dilalui dari kaca samping. Tidak merasa terganggu meskipun suasana di dalam mobil terasa begitu tidak nyaman. Kansa sendiri bingung kenapa Sultan harus marah mendengar kata-kata manajer butik. Tentu saja bukan salah manajer butik. Kata-kata yang disampaikan oleh perempuan itu hanya pengulangan dari kata-katanya. Lalu dimana salahnya? Toh memang Sultan menganggapnya pembantu. Istri? Seperti yang Sultan katakan, tidak akan ada yang percaya. Jadi, Kansa hanya memperjelas semuanya. Kansa mendesah mengingat barang-barang yang ada di kursi penumpang belakang. Karena marah, Sultan mengambil barang-barang pilihannya sendiri. Tidak lagi meminta dirinya memilih. Dan yang dibawa keluar oleh pria itu lebih dari 10 barang. Padahal dia tidak butuh barang-barang itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD