“Perempuan hamil memang biasanya muntah-muntah, Sultan. Sudah biasa itu. Selamat, Kawan. Sebentar lagi kamu akan jadi bapak.” Mulut Sultan menganga. Untuk beberapa saat Sultan berusaha memahami kata-kata sang teman. Sampai kemudian sepasang mata pria itu terbuka lebih lebar. “Maksudmu … Kansa sekarang hamil?” Di tempatnya, Kansa semakin merapatkan kedua kelopak matanya. Jantungnya berdebar-debar mendengar perbincangan Sultan salah satu teman pria tersebut. Apa yang akan terjadi jika Sultan sampai tahu dia hamil? “Ashh … tentu saja Kansa yang hamil. Masa Nabila. Memangnya siapa yang kamu tiduri? Kansa atau Nabila?” Mendengar kalimat tanya Melvin, Sultan menelan susah payah salivanya. Pria itu melirik sekilas ke kiri, sebelum mengembalikan perhatian pada jalanan. “Sultan,” panggil Melvi

