Awalnya memang Kansa hanya berpura-pura tidur, sambil menikmati sakit hati mendengar semua kata-kata Sultan. Akan tetapi, pada akhirnya Kansa justru benar-benar tertidur. Senjata makan tuan. Begitulah sebutan yang tepat untuk dirinya yang berbohong. Bahkan sampai saat dibawa Sultan keluar dari dalam mobil sampai masuk ke dalam rumah, Kansa masih tidak bangun. Sebaliknya, Kansa tidur lebih pulas sambil memeluk orang yang membawa tubuhnya. Sampai kemudian ia merasakan tubuhnya seperti melayang kemudian terjatuh. Hampir saja Kansa langsung membuka sepasang kelopak matanya, jika saja suara sang ibu tidak terdengar. “Ya Allah … pasti berat, ya, Nak Sultan? Ya sudah, sekarang bawa Kansa ke atas dulu. Atau ke kamar Ibu saja kalau kamu sudah keberatan. Ayo,” cemas Sumi berpikir Sultan merasa ke

