Tiga Puluh Sembilan

1241 Words

"Sebab ku tak mampu membaca matamu" “Pak Ganendra?” Ganendra yang baru saja selesai menghadiri undangan rapat di kantor kecamatan daerah Dago, menoleh ketika merasa seseorang memanggil namanya. Ganendra sedikit mengernyitkan wajah melihat seorang gadis muda berjilbab menghampirinya dengan bersemangat. Rasa-rasanya Ganendra tidak asing dengan wajahnya, tapi siapa ya? Apa sepupunya? Tapi mana mungkin Ganendra lupa. “Enggak nyangka ketemu di sini ya, Pak!” ucap gadis itu begitu berhadapan di depan Ganendra. Gadis itu merona melihat penampilan Ganendra yang gagah denga seragam PNSnya, begitu tampan, berkharisma dan cool. “Oh iya,” jawab Ganendra singkat, masih mengingat siapa gadis di depannya itu. “Makasih ya Pak Ganendra udah bantu saya carikan kontrakan, Alhamdulillah saya dan teman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD