" Kau bawa hatiku separuh jiwaku" “Hiiiy dia gila,” bisik Tara merapat pada Gauri. “Sekarang kamu percaya kan?” Tara dengan cepat mengangguk. Matanya kembali menatap sebuah tongkat yang menyerupai cambuk yang terbuat dari kulit. “Ayo Ri, kita pulang aja! Soal hutang dipikirin entar aja,” Gauri masih menatap Gunawan yang terus menatapnya intens. Rasa-rasanya Gauri ingin mencekik leher Gunawan menggunakan cambuk itu hingga pria itu kehabisan nafas. Astagfirullah! Pantas saja Gunawan mengajak mereka bertemu di restoran hotel yang menyediakan ruang privat. Ternyata ini maksudnya. “Ayo, ini mudah kok. Kamu enggak akan merasa sakit Gauri, justru sebaliknya.. yang dipukul kan saya!” bujuk Gunawan sambil memainkan cambuk yang ada di tangannya. “Emangnya kamu kuda apa dicambuk segala?!” k

