"Namun aku tak banyak berharap" “Eh, itu yang namanya Kang Ganendra ya?” pekik sekumpulan gadis yang sedang berkumpul di lapang. Seorang pria bertumbuh tinggi, kulit putih dan terlihat lembut, alis tebal, serta rambut yang ditata rapi sedang berdiri tegap di depan podium lapang, memberikan pidato terakhir sebagai tanda mengakhiri masa jabatan ketua Osis. Ganendra, lelaki alim, tampan dan aktif dalam organisasi memiliki kepopuleran sebagai contoh siswa teladan. Kehadirannya selalu menjadi pusat perhatian, banyak siswa yang menyatakan cinta kepadanya atau bahkan mencoba untuk PDKT kepadanya walaupun semua hasilnya sama, penolakan dari lelaki itu. Ganendra tidak pernah terlihat berduaan dengan perempuan, pria itu juga sering menjaga jarak. Bahkan staff Osis hampir kebanyakan lelaki di ba

