57

1622 Words

Arga membuka pintu kamar dan menatap istrinya yang sudah berdiam sejak kepulangan mereka dari pemakaman. Wanita itu hanya menatap gambar usg terakhir kali mereka melakukan pemeriksaan. Dengan langkah pelan, pria itu mendekati Rachel, namun wanita itu tetap tak mau menoleh sekalipun ia menyadari keberadaan Arga. Bahkan suara isakan yang tadi masih terdengar, kini terhenti karena Rachel tak ingin Arga mendengarnya. "Ra, makan yuk" ajaknya. Arga tahu jelas bahwa Rachel tidak menyantap apapun hari ini dan wajah wanita itu terlihat sangat pucat. Raut kelelahan tertera jelas di sana dan itu membuat Arga khawatir. "Atau paling enggak, kamu istirahat ya." ujarnya pelan dan sangat lembut. "Aku mau istirahat aja" ujar Rachel, lalu berjalan pelan ke ranjang dan membaringkan diri. Rachel menutupi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD