56

2056 Words

Arga segera berdiri dari kursi tunggu ruang gawat darurat, begitu dokter keluar dari ruang itu. Dengan mimik panik yang masih tak bisa menghilang dari wajahnya, ia menatap dokter dengan penuh pengharapan, “Gimana keadaan istri dan anak saya Dok?” tanyanya buru-buru. Dokter tersebut menatap Arga dengan menyesal, “Maaf pak, perut pasien mengalami benturan yang sangat kuat sehingga menyebabkan janin tidak dapat diselamatkan. Kami harus segera melakukan pengangkatan janin” Arga berusaha mengepalkan tangannya yang bergetar, tetapi ia tak mampu, sehingga hanya bisa memejamkan mata dengan erat sebagai penyesalan yang tak bisa ia lampiaskan. “Apa istri saya sudah sadar dok?” “Belum, tetapi kami menyarankan bahwa operasi harus dilakukan secepatnya. Untuk melakukan operasi, bapak bisa diarahka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD