ADIRA KHADIJAH

1158 Words
"Gadis cantik berhijab bernama Adira Khadijah yang biasa dipanggil Dira itu keluar dari kamarnya begitu Ayahnya memanggil dirinya. Dira kemari duduk disamping Ayah. Ada yang ingin Ayah bicarakan denganmu. Dira yang tidak pahampun langsung duduk disamping sang Ayah. Entah apa yang akan dibicarakannyapun Dira sendiri belum tau, dirinya juga masih bingung. Didepannya sang ibu, lebih tepatnya ibu tirinya ada juga turut hadir untuk mendengar apa yang ayahnya ucapkan. Begini Dira. ...Em. ...Seminggu lagi adikmu Sela kan akan menikah,tapi secara sepihak dia membatalkan pernikahannya,sedangkan semua undangan sudah tersebar dikalangan bisnis dan kolega Ayah. Ayah tidak ingin Keluarga kita mendapatkan aib dengan batalnya pernikahan Sela. Jadi. .....ucap Ayah Dira menjeda ucapannya. Jadi Ayah ingin kamu yang menggantikan pernikahan adikmu sebagai calon pengantinnya ucap ayahnya. Tentu saja dari tadi Dira sudah bisa menebak apa yang akan ayahnya bicarakan padanya. Dira sudah tidak aneh lagi, perlakuan ayahnya selalu tidak adil padanya setelah menikah lagi dengan ibunya Sela istri barunya. Tapi ayah.. .Dira belum ingin menikah. Dira belum siap. Ayah bisa mengundur pernikahannya dan membicarakannya kembali dengan Sela. Lagipula Dira tidak mengenal sosok lelaki yang akan menikahi Dira nanti. Ucap Dira menolak langsung. Kenapa semua dilibatkan padanya. Dira juga tidak pernah tau ataupun mengenal sosok lelaki tersebut. Bagaimana nanti dengan rumah tangganya. Ah Dira tidak bisa membayangkannya akan jadi seperti apa masa depannya nanti. Menikah dengan sosok yang tidak dikenal bahkan bekas pacar adik tirinya sendiri . Tapi Dira sebagai seorang anak harusnya kamu berbakti pada orang tuamu dan menuruti semua kemauan kami ucap si ibu tiri yang bernama Siska tersebut ikut bicara. Lagipula ini kesempatan untukmu, belum tentu ada laki -laki kaya dan tampan yang akan menikah semiannual selain kau dinikahkan sekarang ucapnya lagi sinis. Lalu kenapa ibu tidak terus memaksa Sela anak ibu sendiri agar mau bertanggung jawab untuk masalahnya sendiri dan malah melibatkan aku yang tidak tau sama sekali. Pokonya aku tidak mau dipaksa menikah untuk menggantikan Sela ucap Dira tegas. Siska mengepalkan tangannya, ia begitu marah melihat anak tirinya tersebut mulai berani melawan padanya. Tapi Sela tetap tidak mau, karena dia sudah tidak mencintai lelaki itu lagi. Lelaki itu sudah jatuh miskin dan Sela sudah mendapatkan lagi yang baru yang lebih kaya raya. Jadi daripada ayahmu malu lebih baik kau turuti saja jangan membantah bentak Siska menatap nyalang pada Dira. Kalau begitu batalkan saja pernikahan ini dan bicarakan dengan Keluarga nya kalau Sela sudah tidak mau melanjutkan pernikahan ini dan tidak mencintai lelaki itu lagi. Jangan libatkan aku dalam masalah kalian aku tidak mau tau ucap Dira pula. Tapi Dira, benar kata ibumu, kalau pernikahan ini dibatalkan perusahaan Ayah akan hancur dan Keluarga kita juga akan menanggung aib yang besar. Tolong Ayah untuk kali ini saja, kamu mau menuruti permintaan Ayah. Ayah juga sudah merawatmu dengan setulus hati sampai kau sebesar ini, jadi sekaranglah saatnya kau untuk berbakti pada ayahmu. Nyut.... Ada sakit yang tiba -tiba muncul didada Dira. perkataan ayahnya sangat menyakiti hatinya. Bukankah sudah kewajiban sebagai seorang Ayah untuk menjaga dan merawat anaknya dengan setulus hati. Selama ini ayahnya berarti tidak iklas merawatnya saat dirinya tumbuh besar sampai sekarang. Kenapa harus diungkit. Perlakuan ayahnya memang selalu tidak adil padanya. Ayahnya lebih membela dan memanjakan anak tirinya dibanding anak kandungnya. Mata Dira tampak berkaca -kaca, ia tidak menyangka ayahnya akan bicara begitu padanya. Ayah aku ini anak kandungmu sendiri, darah dagingmu sendiri, seharusnya Ayah lebih membelaku dan mengerti perasaanku. Alah Dira Sudahlah walaupun kau bicara apapun tetap saja kau harus mau menggantikan pernikahan ini ucap Siska lagi terus memaksa. Sang ayah hanya diam saja. Ada sedikit rasa salah dihatinya kepada anak kandungnya sendiri. Tapi cinta yang begitu besar pada istrinya telah membutakan mata hatinya dan lebih berpihak dan menuruti apa mau istrinya dibandingkan dengan kebahagiaan anaknya sendiri. Sebenarnya Siska yang terus mendesaknya agar memaksa Dira untuk menggantikan pernikahan anaknya. Anaknya tiba -tiba saja membatalkan pernikahan secara mendadak dan tidak mencintai silelakinya lagi karena telah jatuh miskin. Sela pun tidak ingin nantinya hidupnya menderita setelah menikah dengan lelaki miskin tersebut. Akhirnya Siska pun setuju dan memaksa suaminya untuk memaksa Dira menggantikan pernikahan anaknya. Siska juga tidak sudi hidup miskin, dan Siska juga tidak akan rela kalau anaknya menikah dengan lelaki miskin, jadi yang lebih cocok menurutnya itu Ya hanya Dira yang bisa menggantikannya. Selama ini juga perlakuan Siska pada Dira pun tidak baik. Siska suka membentak ataupun memerintah. Tapi memang Dira orangnya yang lembut dan penurutpun selalu mau saja. Tapi untuk kali ini menolak karena, memang Dira belum siap menikah dan lagipula Dira juga tidak mengenal sosok lelaki yang akan menikah dengannya. Ayah... Dira belum ingin menikah, tolong buang rasa malu Ayah dan batalkan pernikahan ini ucap Dira memelas pada ayahnya. Tidak bisa Dira, Ayah dan ibumu sudah sepakat untuk tetap melanjutkan pernikahan ini dan kamu sebagai pengantin penggantinya ucap sang ayah tegas tidak bisa dibantah lagi. Dira pun menangis, ia segera berlari kedalam kamarnya. Ayahnya tidak pernah mengerti perasaan dirinya. Ayahnya selalu pilih kasih padanya. Dira menangis meratapi nasibnya. andaikan ibu kandungnya masih hidup ,pasti kejadiannya tidak akan seperti ini. Ibu..... Dira rindu ibu ucap Dira sambil memeluk foto ibunya yang sedang memeluk dirinya disaat kecil. Ibunya Dira yang bernama Adisti itu meninggal saat Dira berumur delapan tahun karena sakit. Tidak lama setelah kematian ibunya, ayahnya menikah lagi dengan mantan pacarnya dulu seorang janda anak satu. Siska mantan pacar ayahnya itu kembali muncul mendekati ayahnya dengan membawa anak yang selisih satu tahun dari Dira. Entah bagaimana awalnya Dira pun tidak tahu. Sekarang usia Dira menginjak usia 20 tahun sedangkan Sela 19 tahun. Walaupun usia Sela lebih kecil darinya tapi pengalamannya sangat banyak. Sela memutuskan menikah diusia muda karena dimingi harta yang banyak oleh sang lelaki yang menjadi pacarnya tersebut. Tapi karena mendengar sang lelaki jatuh miskin Akhirnya Sela pun membatalkan pernikahannya dan sekarangpun Sela sudah dapat penggantinya yang lebih kaya dari sebelumnya. Dari awal menikah dengan ayahnyapun perlakuan Siska dan anaknya sangat sombong dan angkuh. Mereka seperti berkuasa. Dan ayahnyapun tunduk padanya. Dira kecil yang malang juga selalu dibedakan. Setelah kehadiran anak tirinya, ayahnya tidak lagi memanjakannya lagi tapi malah berbalik lebih memanjakan anak tirinya dibanding anak kandungnya sendiri. Karena perlakuan inilah Dira jadi anak pendiam dan suka menyendiri. Padahal sebenarnya Dira anak ceria dan banyak bicara. Wajahnya yang cantik, tinggi langsing seperti model dan bodi bak gitar spanyol itu tersembunyi dibalik baju gamisnya yang longgar. Dira juga selalu memakai cadar untuk menutupi wajahnya saat akan Keluar rumah. Sebenarnya Dira dan Sela sama -sama mempunyai wajah cantik. Tapi kalau soal body Sela kalah jauh dari Dira. Kalau Dira selalu tertutup rapat tidak pernah mengumbar aurat sedangkan Sela sebaliknya. Dengan lekuk tubuhnya Sela selalu menampilkan lekukan tubuhnya dengan memakai pakaian ketat. Dira selalu menasehatinya untuk menutup auratnya, tapi Sela dan ibunya selalu buruk sangka padanya, kalau Dira iri dengan wajah dan penampilan Sela. Padahal kalau Sela tau bagaimana aslinya Dira, Sela dan ibunya bisa jatuh pingsan. Wajah cantik mulus putih mulus bersih tanpa cela atau cacat sempurna bagai bidadari tertutup rapat oleh baju gamis longgar yang selalu menutupi tubuhnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD