PERNIKAHAN

1324 Words
"Diam -diam Sela mendatangi kamar ibunya. Ibu..... bagaimana? Apa si Dira mau menikah sebagai pengganti pengantinku ucap Sela menatap ibunya. Tenang saja sayang, ibu sudah meyakinkan Ayah tirimu dan juga si Dira itu pasti mau dan tidak akan bisa menolaknya. Ha..... Ha..... Ha..... Sela tertawa senang. Ibu benar, Si Dira pasti menurut pada ayahnya. Lagipula mana sudi aku menikah dan punya suami miskin. Yuda memang cocok untuk si Dira yang sama -sama kampungan ucap Sela tersenyum senang. Sela tidak ingin Dira melebihi dirinya Sela ingin Dira menderita. Sekarang Sela sudah mendapatkan pengganti Yuda yang lebih kaya. Ibu pasti mendukungmu sayang. Keruk semua harta nya. Kamu pantas mendapatkan laki -laki yang kaya raya. Kamu itu cantik berbeda jauh dengan si Dira. Pasti banyak lelaki kaya raya yang berebut untuk mendapatkanmu ucap Siska memuji dan membanggakan anak kesayangannya tersebut. Ibu tenang saja. Kali ini laki -laki yang dekat denganku jauh lebih kaya dari para lelaki sebelumnya yang pernah menjadi pacarku. Siska mengacungkan jempolnya pada anaknya. Sela memang selalu bisa diandalkan. Setiap lelaki yang dekat dengannya pasti semua hartanya akan dikeruk sampai benar -benar habis. Sela sangat pandai bicara dan merayu para lelaki kaya. Gaya hidupnya yang hedon dan gemar berbelanja dan merias diri ,berhasil membuat semua lelaki kaya dengan mudah selalu menuruti semua keinginannya. Anak dan ibu ini memang gemar menghambur -hamburkan uang, untuk kepentingan yang tidak berguna. Perusahaan Ayah Dira pun hampir bangkrut dengan kebiasaan kedua ibu dan anak tersebut yang gemar berbelanja tersebut. Tapi anehnya walaupun begitu Ayah Dira tidak pernah menegur ataupun memarahinya. Ayah Dira yang bernama Seno itu seperti kerbau yang dicucuk hidungnya dan sangat tunduk pada istri keduanya ini. Cinta nya yang begitu besar pada sang istri membuatnya selalu menuruti apapun yang istrinya inginkan ataupun perintahkan. Dua minggu kemudian acara pernikahan berlangsung. Acara yang tidak begitu meriah, karena memang si lelaki bernama Yuda itu mengatakan pada Sela kalau dirinya sudah jatuh miskin dan bangkrut. Rombongan pengantin mempelai pria datang. Mereka tidak tau kalau pengantinnya telah diganti dengan wanita lain. Acara berjalan dengan lancar dan ijab kabul selesai. Ada yang berbeda dari pengantin wanitanya. Yuda pun sempat berpikir aneh. Sejak kapan calon istrinya Sela berhijab dan bercadar pikirnya. Tapi Yuda berusaha menepis pikiran buruknya. Mungkin Sela ingin berhijrah dan mulai berhijab pikirnya lagi. Kedua orang tuanyapun ikut bingung, tapi mereka bahagia Akhirnya anaknya menikah dengan seorang wanita salehah. Acara makanpun dimulai. Saat Keluarga Yuda sedang menikmati makanan yang telah disediakan. Mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita cantik yang mengucapkan selamat pernikahan padanya. Hm, ,,,,,Hm, ,,,,,Hay Yud, om, tante permisi, maaf saya telat datang. Saya kesini hanya ingin mengucapkan selamat pada kalian atas pernikahan ini ucap siwanita tanpa merasa bersalah sedikitpun. SELA. .....Kenapa kamu ada disini sayang, apa yang kamu lakukan? Selamat apa maksudmu ucap Yuda bingung. Oh iya aku lupa maaf aku belum sempat memberitahumu, kalau pernikahan kita batal dan aku sudah mencari penggantiku untuk pengantin wanitanya ucap Sela lagi. Sela sayang apa maksudmu ulang Yuda lagi. Begini Yuda, aku batalkan pernikahan kita, Karena aku tidak mencintaimu lagi. Lagipula aku tidak sudi menikah dengan orang miskin sepertimu ketus Sela. Apa. .....Jadi kau. Tunjuk Yuda pada Sela. Lalu siapa wanita yang menikah denganku? bentak Yuda. Kenapa kamu tega melakukan ini padaku Sela. Apa salahku? Setelah aku memberikan semua yang kau inginkan, sampai perusahaanku bangkrut gara -gara dirimu kau seenaknya saja memperlakukanku begini. Hay sabar dulu Yud. Kamu tau impianku adalah menikah dengan orang kaya raya. Lagipula aku sudah mendapatkan lelaki yang lebih kaya dibandingkan dirimu ucap Sela tersenyum remeh. Rahang Yuda mengeras, tangannya terkepal erat. Yuda tidak terima Sela memperlakukan dan mempermalukannya sedemikian rupa. Kurang ajar, dasar wanita tidak tau diri. Padahal aku ingin berusaha membahagiakanmu Sela, Tapi ternyata kau hanyalah seorang penipu. Ha. ...Ha. ...Ha. ... Sela tertawa remeh. Membahagiakanku dengan cara apa, sekarang saja kau sudah jatuh miskin dan perusahaanmupun sudah bangkrut. Semua orang saling berbisik dan membicarakan keduanya. Kedua orang tua Yuda melirik kearah semua orang yang sedang ramai menggunjingnya. Kau. .....tunjuk Yuda. Apa. ....apa yang akan kau lakukan padaku Yuda. Kau ingin memukulku iya? jangan harap kau bisa menyentuhku seujung kukupun. Jika itu kau lakukan kau akan mendekam dipenjara ucap Sela sinis lalu setelahnya pergi meninggalkan Yuda dan Keluarga nya. Sudahlah Yud, Ayo kita pulang. Ucap kedua orang tuanya berusaha menenangkan anaknya. Tapi wanita tidak tau diri itu sudah membuatku malu bu. Lalu siapa yang aku nikahi itu ucap Yuda menjambak rambutnya frustasi. Sedangkan Dira yang melihat kejadian itupun hanya diam saja. Dira tidak ingin ikut campur lagi. padahal dirinya sudah ikut terseret dalam masalah ini. Kedua orang tua Yuda pun pulang. Mereka meninggalkan acara pernikahan yang masih berlangsung. Dua hari kemudian Keluarga Yuda mendatangi rumah Sela. Tujuannya adalah untuk menjemput istri yang dinikahinya. Yuda awalnya menolak, tapi kedua orang tuanya terus memaksa agar Yuda menjemput istrinya. Bagaimanapun ia telah menikahinya walaupun ia tidak tau siapa yang telah ia nikahi itu. Ayah Dira yang bernama Seno begitu senang saat Keluarga Yuda datang menjemputnya, begitipun dengan Siska dan Sela. Mereka akan lebih leluasa menikmati harta kekayaan ayahnya Dira. Dan penghalang mereka akan terusir dari rumah besar tersebut. Maaf, kami baru bisa datang kesini pak Seno. Saya selaku orang tua Yuda meminta ijin untuk menjemput anak gadis yang kemarin Yuda nikahi. Sebelumnya saja juga minta maaf tidak memberitahukan sebelumnya tentang calon pengantin yang menggantikan Sela. Tapi kalian tidak usah berburuk sangka dulu pada kami. Karena yang kemarin Yuda nikahi adalah anak kandung saya dari istri pertama saya. Mungkin kalian belum melihat atau mengenalnya, karena anak saya yang bernama Dira itu pendiam dan jarang keluar rumah, ucap Seno Ayah Dira panjang lebar. Tapi percayalah putriku pasti bisa menjadi istri yang baik untuk Nak Yuda. Dan juga pasti bisa menjadi menantu yang baik pula untuk kalian. Kedua orang tua Yuda tampak manggut -manggut. Mereka juga baru tau kalau yang menikah dengan anaknya adalah anak kandung Seno sendiri. Mereka bisa menebak kalo Sela anak tirinya dari istri keduanya yang sekarang. Tidak masalah sebenarnya bagi mereka. Tapi yang jadi masalahnya adalah Yuda sendiri yang belum bisa menerima semua ini. Siska tolong panggilkan Dira kesini, bilang suaminya datang untuk menjemputnya, suruh dia untuk bersiap ucap Seno melirik istrinya. Siskapun tersenyum, tentu saja dengan senang hati. Dirinya langsung menuju kamar Dira anak tirinya. Pintu dibuka secara tiba -tiba. Siska melihat Dira sedang duduk menyender dipinggir tempat tidurnya. Dira, suamimu datang untuk menjemputmu, bersiaplah ucap Siska tersenyum kearah Dira. Tentu saja Dira terkejut dengan kedatangan suaminya kerumahnya. Tapi Dira diam saja tidak menyahut ataupun melirik ibu tirinya tersebut. Tanpa basa -basi lagi Dira segera menyeret kopernya yang sudah dipersiapkan olehnya. Awalnya ayahnya dan ibu tirinya akan mengantarkannya ketempat Yuda tapi Dira menolak dan menunggu saja Yuda yang menjemputnya. Akhirnya hari ini datang lah suaminya untuk menjemputnya. Mau tidak mau tetap Dira harus mengikuti suaminya kemana membawanya, Karena ayahnya juga terus memaksanya dan tidak perduli lagi padanya. Dira keluar dari kamarnya dengan menyeret kopernya, sedangkan Siska sudah lebih dulu keluar dari kamarnya. Kedua orang tua Yuda begitu terpesona saat melihat seorang gadis keluar dari sebuah kamar. Anggun dan elegan walaupun memakai gamis yang longgar. Berbeda dengan Yuda yang merasa aneh melihatnya. Karena Dira memakai cadar menutup wajahnya. Yang kelihatan hanya matanya saja. Begitupun saat acara pernikahan pun Dira juga memakai cadar. Perkenalkan Adira Khadijah putriku satu -satunya dari istri pertamaku ucap Seno mengenalkan Dira pada Yuda dan kedua orang tuanya. Dira kenalkan ini Yuda suamimu dan mereka berdua orang tua Yuda ucap Seno. Dira pun sedikit membungkukan badannya dan tersenyum dibalik cadarnya. Kedua orang tua Yudapun balas tersenyum, kecuali Yuda yang tampak tidak perduli sama sekali. Pandangannya mengedar kesekeliling rumah tersebut, mencari sosok wanita yang masih dicintainya itu, siapa lagi kalau bukan Sela. Tapi sayang sepertinya Sela sedang tidak ada dirumah. Walaupun Sela sudah membuatnya kecewa tetap saja rasa cinta dan rindunya masih ada. Siska yang mengerti dengan tingkah laku Yuda pun angkat suara. Sela anak saya sedang tidak ada dirumah, Sela sedang keluar dengan pacar barunya, Ucap Siska bangga. Karena anaknya lebih laku dan mudah mendapatkan lelaki kaya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD