41|| SESUNGGUHNYA DIA RUBAH

2029 Words

Ting tong .... "Astaga!" Vivian mendengus kesal berhenti melangkah di pertengahan anak tangga rumahnya. “Dasar pengganggu.”gerutu Vivian. Bel rumah kembali berbunyi kali ini panjang dan urgent seolah sengaja mengajak perang pemilik rumah. Vivian menuruni anak tangga, sepertinya ia harus memberikan hadiah pada Rigel. Vivian membuka pintu dan bersiap melayangkan kepalan tangannya. “Kau mau apa lagi setaan?!” tanya Vivian berteriak. “Nomor unit apartemen suamimu.” Vivian menelan saliva. Kali ini bukan pria sombong itu yang mengajaknya perang. Mengmelainkan wanita paruh baya dengan dua pria tegap di belakangnya. Vivian tergelak, malam ini malam spesial untuknya. Didatangi orang yang sama sekali tidak dikenalnya.Semua berkat Elang, suaminya. “Siapa kau?” “Aku?” wanita itu menyungging

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD