“Jangan salahkan aku jika pria ini terluka.” ucap Kalani dari balik pintu. Shoera menoleh ke arah ranjang. Putranya tidak lagi disana. "Sky."Panggilnya dengan suara tertahan. “Tiga.” Hitungan Kalani berakhir, tapi Shoera masih tetap mengabaikannya. “Patahkan tangannya!” Perintah Kalani. Ia tidak peduli kesepakatan yang ia jalin dengan Vivian. "Arghh!!!" Elang berteriak kesakitan ketika anak buah Kalani meremas lengannya. “Hentikan!” Sahut Shoera menghentikan perintah Kalani. Kalani mengangkat tangan menghentikan anak buahnya menyakiti Elang. "Wanita sialan!" Ucap Elang menggeram. Kalani menyeringai tanpa rasa bersalah."Keluar!" Tuntut Kalani. Perlahan Shoera membuka pintu dan bertemu tatap dengan Kalani. Tatapan wanita itu sangat dingin. “Jangan menyakitinya.” ucap Shoera

