Episode 7

1069 Words

Sekuat tenaga kucoba menahan luapan rasa emosi yang melanda hatiku. Kucoba berpikir jernih. Kalau sekarang juga kulabrak Mas Arman dan Yuni, bukti-bukti pengkhianatan mereka belum terungkap dengan jelas. Aku tak akan bisa menyeret mereka ke depan pengadilan jika tak punya bukti-bukti yang lengkap. Aku tak mau bertindak gegabah karena hanya akan merugikan diriku sendiri. Untuk seorang pengkhianat seperti Mas Arman, aku tak boleh bertindak berdasarkan emosi semata. Aku tahu Mas Arman bukan orang bodoh. Dia bukan orang yang tidak punya perhitungan. Kalau berani berkhianat, ia pasti sudah memikirkan akibat yang akan dihadapi. Untuk itu aku tidak boleh bertindak terburu nafsu belaka melainkan harus bermain dengan aman tetapi pasti. Berpikir begitu, kuambil kamera dari dalam tas kerja lalu se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD