"Nggak bisa, Mas. Nggak mungkin aku meninggalkan acara Diklat ini sebelum waktunya. Minimal tidak secepat ini. Tunggulah dulu, aku mau bicara dulu sama pihak panitia, kalau memang diizinkan pulang sebelum waktunya, aku pulang. Nanti aku kabari lagi gimana hasilnya ya. Sekarang aku masuk dulu. Mas yang sabar, banyak-banyaklah doa supaya dapat pertolongan, ya?' pungkasku. Sengaja aku tetap bersikap pura-pura tak tahu. Aku hanya ingin membuka semua rahasia di waktu dan saat yang sudah sangat tepat nanti. Kalau membocorkannya sekarang aku takut Mas Arman akan berbuat yang tidak-tidak karena kepepet dan juga karena ia masih punya akses masuk ke rumah. Aku harus menyelamatkan aset yang ada di dalam rumah lebih dulu demi Silla. Kalau Mas Arman aku tak yakin ia memikirkan masa depan putri keci

